BONE – Sejumlah petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone datang membawa formulir dan perangkat pendataan. Kehadiran mereka bukan untuk sebuah seremoni, melainkan menandai langkah awal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bone.

Kamis (18/6/2026), Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengikuti proses pendataan yang dilakukan langsung oleh petugas BPS. Dengan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menghimpun data ekonomi yang akurat sebagai dasar pembangunan daerah dan nasional.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, S.E., M.M., Asisten II Setda Bone, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone.

Usai proses pendataan, petugas BPS menempelkan stiker di Rumah Jabatan Bupati Bone sebagai penanda bahwa lokasi tersebut telah mengikuti Sensus Ekonomi 2026. Dalam pelaksanaannya, Bupati Bone tercatat sebagai responden ke-14 yang berhasil didata sejak sensus mulai berjalan.

Bagi Bupati Bone, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin. Ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang benar.

“Kami mengajak masyarakat memberikan data dan jawaban yang akurat dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurutnya, data yang berkualitas akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Melalui informasi yang valid, pemerintah dapat memahami kondisi ekonomi masyarakat secara lebih utuh, mulai dari aktivitas usaha, potensi daerah, hingga tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi.

Pendataan di Rumah Jabatan Bupati sekaligus menjadi simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bone. Program yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 tersebut melibatkan kekuatan besar, yakni sekitar 900 petugas sensus yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bone.

Para petugas akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah dan mendatangi pelaku usaha di berbagai sektor. Metode ini dipilih untuk memperoleh gambaran nyata mengenai aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan.

Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, menjelaskan bahwa jumlah petugas yang diterjunkan menunjukkan besarnya cakupan pendataan di daerah ini. Bahkan, Kabupaten Bone menjadi daerah dengan jumlah petugas sensus terbanyak kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.

“Dengan jumlah petugas yang besar, kami berharap seluruh pelaku usaha dan masyarakat dapat terjangkau secara optimal sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi berskala nasional yang dilaksanakan untuk memperoleh informasi terkini mengenai struktur dan karakteristik perekonomian masyarakat. Hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan, merumuskan kebijakan ekonomi, serta menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.

Di Kabupaten Bone, harapan itu kini mulai ditanamkan sejak responden-responden pertama didata. Dari Rumah Jabatan Bupati hingga pelosok desa, ribuan data akan dihimpun untuk menghadirkan potret ekonomi daerah yang lebih utuh. Sebab, di balik setiap jawaban yang diberikan masyarakat, tersimpan informasi berharga yang akan membantu menentukan langkah pembangunan Bone ke depan. (*)