BONE– Momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 membawa berkah tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bone. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin yang dikenal dengan tagline pemerintahan BerAmal, dukungan terhadap penguatan pelayanan publik kembali mengalir.
Bantuan armada menjadi salah satu wujud nyata dukungan tersebut. Pemerintah Kabupaten Bone menerima tambahan sarana pendukung kebersihan berupa tiga unit mobil mini pengangkut sampah, empat unit kontainer, serta tiga unit motor sampah dari Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (IKA Smada) angkatan 2000.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Lapangan Merdeka Watampone, bersamaan dengan rangkaian kegiatan menyambut dan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tak hanya dukungan untuk sektor kebersihan, Pemkab Bone juga menerima mobil layanan ketahanan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Armada ini diharapkan memperkuat pelayanan dan mendukung berbagai kegiatan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Bone.
Selain itu, terdapat pula dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Sulselbar untuk memperkuat sarana pendukung kegiatan Bone Run.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan yang diterima Pemerintah Kabupaten Bone. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program dan kegiatan pemerintah daerah.
“Yang terpenting tadi, ada bantuan dari pusat berupa mobil layanan ketahanan pangan. Kemudian ada mobil CSR dari Bank Sulselbar untuk penguatan sarana pendukung kegiatan Bone Run,” ujar Andi Asman.
Ia juga mengapresiasi kontribusi IKA Smada angkatan 2000 yang turut mengambil bagian dalam gerakan kebersihan di Kabupaten Bone.
“Yang ketiga, ada bantuan dari Ikatan Alumni SMA tahun 2000, Bone 2000, memberikan suatu bentuk dukungan untuk kegiatan aksi bersih-bersih yang kita lakukan,” lanjutnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, tambahan armada tersebut bukan sekadar bantuan kendaraan. Lebih dari itu, dukungan tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Momentum peringatan kemerdekaan pun menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, organisasi alumni, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama. Dari pengelolaan sampah hingga ketahanan pangan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin kuat dan manfaat yang semakin terasa bagi masyarakat.
Semangat kemerdekaan akhirnya tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata: memperkuat sarana pelayanan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun ketahanan pangan demi Bone yang semakin maju. (*)


Tinggalkan Balasan