BONE – Sorak-sorai ribuan penonton menggema di arena Turnamen Bola Voli Beramal Cup 2026 di Lapangan Basket Manunggal Merdeka Rabu, 05 Agustus 2026. Setiap smash yang menghujam, setiap blok yang berhasil menahan serangan lawan, hingga setiap poin yang tercipta, disambut riuh tepuk tangan masyarakat. Turnamen yang menjadi program perdana Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bone periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan H. Muslimin, SE., MM. ini sukses menjadi magnet baru bagi pecinta olahraga di Kabupaten Bone.

Puncak kemeriahan tersaji pada partai grand final kategori putra yang mempertemukan Mare Bone melawan Kajuara Prime Bone. Pertandingan berlangsung sengit hingga lima set, menghadirkan drama yang membuat penonton enggan beranjak dari tempat duduknya.

Mare Bone membuka pertandingan dengan penuh percaya diri dan berhasil mengamankan set pertama. Namun, Kajuara Prime Bone tak tinggal diam. Melalui permainan cepat dan pertahanan yang solid, mereka membalas pada set kedua sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Memasuki set ketiga, Mare Bone kembali menunjukkan kualitas permainan terbaiknya. Variasi serangan yang efektif membuat mereka kembali unggul. Tetapi semangat juang Kajuara Prime Bone belum padam. Di set keempat, mereka bangkit dan kembali memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima sebagai penentu juara.

Set terakhir menjadi klimaks turnamen. Kedua tim saling melancarkan smash keras, blok rapat, dan reli-reli panjang yang memancing decak kagum penonton. Ketegangan begitu terasa hingga poin-poin akhir pertandingan. Setelah pertarungan yang menguras tenaga dan emosi, Mare Bone akhirnya memastikan kemenangan sekaligus keluar sebagai Juara I Beramal Cup 2026. Sementara Kajuara Prime Bone harus puas sebagai Runner Up. Posisi Juara III berhasil diraih oleh JVC Wajo, sedangkan Pallas Kampong B Bone menempati Juara IV.

Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bone yang hadir menyaksikan pertandingan hingga dua set grand final. Terpukau oleh kualitas permainan dan antusiasme masyarakat, Bupati Bone secara spontan memberikan tambahan hadiah sebesar Rp20 juta bagi penyelenggara.

Tidak hanya itu, Bupati juga meminta agar Pengurus Kabupaten PBVSI Bone di bawah kepemimpinan H. Muslimin, SE., MM. kembali menggelar Turnamen Bola Voli Beramal Cup edisi kedua pada tahun 2027.

Menurutnya, turnamen ini harus tetap menjadi wadah pembinaan atlet lokal. Ia berharap regulasi pemain tetap berpihak pada pengembangan talenta muda Bone. “Saya minta Beramal Cup tahun 2027 mendatang, open lokal bisa sampai tiga orang, selebihnya bisa open dari luar, sehingga ada juga atlet muda yang lahir di Bone,” ujarnya.

Harapan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Beramal Cup bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam melahirkan bibit-bibit atlet bola voli yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bone di masa depan.

Komitmen panitia juga terlihat dari total hadiah yang diperebutkan. Untuk kategori putra dan putri, Juara I memperoleh uang pembinaan sebesar Rp10 juta beserta piala dan sertifikat, Juara II mendapatkan Rp7 juta, Juara III sebesar Rp5 juta, dan Juara IV memperoleh Rp3 juta.

Selain penghargaan bagi tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada individu berprestasi melalui kategori Most Valuable Player (MVP), Setter Terbaik, Spiker Terbaik, dan Libero Terbaik dengan hadiah masing-masing Rp1 juta.

Pada kategori putri, persaingan tak kalah menarik. Kopi Lotong C berhasil tampil sebagai Juara I, disusul Kopi A sebagai Juara II. Posisi Juara III diraih oleh The Girls Maros, sedangkan Beach Volley Ball (BVB) menempati Juara IV.

Suksesnya penyelenggaraan Beramal Cup 2026 menjadi awal yang menjanjikan bagi kepengurusan baru PBVSI Kabupaten Bone. Tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas dan hiburan bagi masyarakat, turnamen ini juga membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi ruang pemersatu sekaligus wadah pembinaan atlet daerah.

Beramal Cup kini telah menorehkan jejak sebagai panggung lahirnya semangat baru bola voli Bone. Dengan dukungan pemerintah daerah, pengurus PBVSI, serta antusiasme masyarakat yang begitu besar, turnamen ini diyakini akan terus berkembang menjadi agenda olahraga bergengsi yang melahirkan lebih banyak atlet berbakat dari Bumi Arung Palakka.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone, H. Muslimin, SE., MM, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme klub-klub bola voli yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang ambil bagian melampaui ekspektasi dengan kehadiran tim-tim terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Klub-klub yang ikut tidak hanya berasal dari Kabupaten Bone, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Bahkan, sebagian besar tim diperkuat oleh atlet-atlet yang memiliki pengalaman tampil di ajang Porprov, PON, dan berbagai kejuaraan bergengsi lainnya,” ungkap Muslimin.

Kehadiran para pemain berprestasi itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Setiap pertandingan dipenuhi penonton yang datang untuk menyaksikan aksi-aksi terbaik para atlet di lapangan. Suasana kompetisi yang sengit berpadu dengan semangat kebersamaan menjadikan turnamen ini sebagai hiburan yang dinanti masyarakat selama peringatan HUT Kemerdekaan.

Bagi PBVSI Bone, penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Pemerintah Kabupaten Bone dalam menghadirkan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat Kota Watampone. Melalui olahraga, semangat nasionalisme dan kebersamaan dapat terus dipupuk dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, turnamen ini juga menjadi panggung pembinaan bagi atlet-atlet muda Kabupaten Bone. Mereka memperoleh kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun mental bertanding dengan menghadapi pemain-pemain yang telah berkiprah di level yang lebih tinggi.

Di sisi lain, dampak positif turnamen juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar arena pertandingan. Ramainya pengunjung membuat aktivitas ekonomi ikut bergeliat. Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha mikro merasakan peningkatan pendapatan selama turnamen berlangsung.

“Turnamen ini bukan hanya menjadi wadah pembinaan atlet muda, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat. Perputaran ekonomi selama pertandingan berlangsung cukup besar karena animo masyarakat yang datang sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar daerah,” tutur Muslimin.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, PBVSI Bone berharap olahraga bola voli terus berkembang di Kabupaten Bone sekaligus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, mempererat persaudaraan antardaerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)