MAKASSAR — Pagi itu, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar tidak sekadar menjadi tempat keberangkatan. Di tengah aktivitas pelabuhan, terpancar semangat ribuan anak muda yang membawa satu tekad: mengharumkan nama Sulawesi Selatan di Jambore Nasional (Jamnas) XI Gerakan Pramuka Tahun 2026.

Semangat tersebut terasa dalam Upacara Pelepasan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan menuju Jamnas XI yang digelar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat (8/8/2026).

Di antara jajaran pimpinan Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, hadir Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bone.

Kehadiran para pembina dan pimpinan Pramuka menjadi bagian penting dari perjalanan panjang para peserta yang akan membawa nama daerah masing-masing ke ajang perkemahan nasional tersebut.

Sekitar 1.700 Pramuka Penggalang dan Pembina dari seluruh Kwartir Cabang se-Sulawesi Selatan akan bergabung dalam kontingen daerah. Mereka selanjutnya menuju Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti Jamnas XI yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.

Bagi para peserta, perjalanan ini bukan sekadar keberangkatan menuju sebuah kegiatan nasional. Jamnas menjadi ruang untuk bertemu, belajar, berbagi pengalaman, sekaligus mengasah kemandirian dan kemampuan bekerja sama dengan Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia.

Upacara pelepasan dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan selaku Ketua Mabida. Hadir pula Ketua Kwarda, para Ketua Mabicab, serta Ketua Kwarcab se-Sulawesi Selatan.

Dari pelabuhan inilah perjalanan dimulai. Seragam Pramuka, perlengkapan kegiatan, dan semangat yang dibawa para peserta menjadi simbol kesiapan mereka menjalani pengalaman besar yang tidak hanya mengandalkan keterampilan, tetapi juga karakter.

Gerakan Pramuka selama ini tidak hanya mengajarkan bagaimana mendirikan tenda, membaca arah, atau bertahan dalam kegiatan alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka menjadi ruang pembentukan karakter—tempat generasi muda belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap bangsa.

Karena itu, keberangkatan kontingen Sulawesi Selatan menuju Jamnas XI memiliki makna yang lebih luas. Ribuan peserta yang berangkat membawa harapan agar pengalaman selama di Cibubur dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke daerah masing-masing.

Dari Makassar menuju Jakarta, perjalanan itu menjadi bagian dari proses menempa diri. Mereka datang bukan hanya sebagai peserta jambore, tetapi sebagai generasi muda yang dipersiapkan untuk tumbuh menjadi pribadi mandiri, berkarakter, disiplin, serta memiliki semangat kebangsaan.

Pelabuhan Soekarno-Hatta pun menjadi titik awal sebuah perjalanan. Dari sana, langkah para Pramuka Sulawesi Selatan bergerak menuju Cibubur—membawa semangat daerah, persahabatan, dan cita-cita untuk terus tumbuh bersama Gerakan Pramuka.

Satu perjalanan dimulai. Satu pengalaman baru menanti. Dan dari Jamnas XI 2026, diharapkan lahir lebih banyak generasi muda Sulawesi Selatan yang tangguh, berkarakter, dan siap mengambil peran bagi masa depan bangsa. (*)