BONE — Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Keterbatasan air dapat mengancam keberlangsungan tanaman dan membuat lahan pertanian sulit berproduksi secara optimal.

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengambil langkah antisipatif dengan mendistribusikan bantuan pompa air kepada para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bone.

Tidak tanggung-tanggung, sekitar 700 unit pompa air disiapkan untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan. Pompa yang didistribusikan memiliki beragam kapasitas, mulai dari ukuran 3 inci, 4 inci hingga 6 inci, menyesuaikan kebutuhan pengairan di lapangan.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga sektor pertanian agar tetap berjalan di tengah kondisi musim kemarau.

Bagi petani, ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi. Ketika hujan mulai jarang turun dan sumber air menyusut, pompa menjadi salah satu solusi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Distribusi ratusan unit pompa ini diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap sumber air, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Dengan demikian, lahan pertanian tetap dapat diolah dan tanaman dapat terus tumbuh meskipun curah hujan menurun.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha tani masyarakat.

Menurutnya, musim kemarau tidak boleh menjadi alasan terhentinya aktivitas pertanian. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berupaya menghadirkan solusi agar petani tetap dapat berproduksi.

“Pompa ini kita distribusikan untuk membantu petani menghadapi musim kemarau. Harapannya, meskipun kondisi kering, kegiatan pertanian tetap berjalan dan produktivitas petani tetap terjaga,” ujar Andi Asman.

Bantuan pompa juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan pengairan yang lebih terjamin, petani memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pola tanam dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Di tengah hamparan sawah yang mulai menghadapi musim kering, suara mesin pompa diharapkan menjadi tanda bahwa aktivitas pertanian tidak harus berhenti. Air yang dialirkan dari sumber-sumber yang tersedia menjadi harapan baru bagi petani untuk tetap menanam, merawat, dan memanen hasil pertaniannya.

Bagi Kabupaten Bone yang memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau bukan sekadar persoalan teknis pengairan. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga penghasilan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Dengan dukungan sekitar 700 unit pompa dari Kementerian Pertanian, pemerintah berharap para petani di Bone mampu melewati musim kemarau dengan lebih siap. Sebab bagi petani, setiap tetes air yang berhasil mencapai lahan adalah kesempatan untuk mempertahankan kehidupan dan memastikan roda pertanian tetap berputar. (*)