BONE – Di balik deretan proyek irigasi, embung, hingga sumur bor yang kini mulai menjangkau berbagai wilayah Kabupaten Bone, terdapat kerja panjang yang akhirnya berbuah apresiasi. Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Dinas, Kasdar, S.T., M.Si., berhasil meraih predikat terbaik pada Evaluasi Kinerja Kepala Perangkat Daerah Semester I Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Hasil Evaluasi Kinerja Kepala Perangkat Daerah Semester I Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Gedung PKK Kabupaten Bone, Senin (13/7/2026).
Evaluasi itu bukan sekadar penilaian administratif. Pemerintah Kabupaten Bone menjadikannya sebagai instrumen untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada kinerja, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Selama enam bulan pertama tahun 2026, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dievaluasi berdasarkan capaian program, efektivitas pelaksanaan kegiatan, hingga dampak yang dirasakan masyarakat.
Di antara puluhan OPD, Dinas SDA dan Bina Konstruksi tampil sebagai yang terbaik. Atas capaian tersebut, Kasdar menerima penghargaan langsung dari Bupati Bone, sekaligus hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang dinilai paling menonjol selama Semester I Tahun 2026.
Bupati Bone berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi, dan menjaga komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, serta berorientasi pada hasil.
Bagi Kasdar, penghargaan itu bukanlah hasil kerja satu orang.
“Ini adalah hasil kerja seluruh teman-teman di Dinas SDA dan Bina Konstruksi, mulai dari para kepala bidang hingga seluruh staf. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujarnya.
Di balik penghargaan tersebut tersimpan capaian yang cukup mencolok. Salah satu indikator utama dalam evaluasi adalah keberhasilan Dinas SDA dan Bina Konstruksi menghadirkan anggaran dari luar daerah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Bone.
Sepanjang tahun 2026, dinas yang dipimpinnya berhasil menghadirkan anggaran sekitar Rp400 miliar, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp200 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian. Mulai dari pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), embung, sumur bor, hingga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, baik saluran induk, sekunder, maupun tersier.
Peningkatan juga terlihat pada Program Jaringan Irigasi Air Tanah. Jika sebelumnya hanya menjangkau sembilan lokasi, pada tahun 2026 jumlahnya melonjak menjadi 29 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bone.
“Banyak dana dari luar yang berhasil kami serap untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengairan di Bone. Ini tentu menjadi dorongan besar bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kasdar.
Komitmen memperkuat infrastruktur pengairan juga tercermin melalui program rehabilitasi jaringan irigasi yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025–2027 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian Sulawesi Selatan.
Kabupaten Bone memperoleh alokasi pekerjaan senilai Rp131.522.291.000, menjadikannya salah satu daerah dengan nilai rehabilitasi irigasi terbesar di kawasan selatan Sulawesi Selatan. Dari delapan daerah irigasi yang menjadi sasaran, nilai pembangunan terbesar berada di Daerah Irigasi Waru-Waru dengan anggaran lebih dari Rp58,3 miliar. Sementara Daerah Irigasi Lanca dan Daerah Irigasi Bengo masing-masing memperoleh alokasi di atas Rp17 miliar, disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Irigasi yang semakin baik diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendorong produktivitas petani.
Prestasi yang diraih Dinas SDA dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone pada Semester I Tahun 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang sebuah penghargaan. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi cerminan bahwa tata kelola yang baik, kemampuan membangun sinergi, dan keberhasilan menghadirkan dukungan anggaran pembangunan mampu diterjemahkan menjadi program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tengah tantangan pembangunan daerah, penghargaan itu menjadi penanda bahwa kerja birokrasi tidak berhenti pada penyusunan program, tetapi harus bermuara pada hasil yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Dan bagi Dinas SDA dan Bina Konstruksi Bone, penghargaan tersebut menjadi awal untuk terus menjaga ritme kerja, menghadirkan inovasi, serta memperkuat infrastruktur pengairan sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan