BONE– Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Jalan Makmur, Kabupaten Bone, Jumat (3/7/2026), dipenuhi semangat dan optimisme. Waktu memang masih menyisakan beberapa bulan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII, namun Pemerintah Kabupaten Bone memilih untuk tidak menunggu. Setiap detail mulai dipersiapkan sejak dini agar pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan itu dapat berlangsung sukses.
Rapat teknis yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, menjadi penanda bahwa Kabupaten Bone serius menyambut amanah sebagai tuan rumah bersama Kabupaten Wajo. Hadir dalam rapat tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Bone, Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si., Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam kepanitiaan kabupaten.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, Porprov bukan sekadar ajang pertandingan olahraga. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event berskala provinsi sekaligus memperkenalkan keramahan masyarakat Bone kepada ribuan tamu yang akan datang.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa pemerintah daerah telah membentuk kepanitiaan kabupaten yang melibatkan berbagai unsur perangkat daerah. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Porprov sangat bergantung pada keseriusan setiap panitia dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
“Saya berharap seluruh panitia memahami dengan baik tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan Porprov di Kabupaten Bone dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam langkah-langkah teknis. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi kali ini difokuskan pada berbagai kebutuhan mendasar yang harus segera dipastikan, mulai dari akomodasi hingga konsep pembukaan.
Menurutnya, persoalan akomodasi menjadi salah satu prioritas karena sejumlah kabupaten dan kota peserta telah mulai menanyakan lokasi penginapan bagi atlet maupun ofisial.
“Kita fokus pada persiapan akomodasi karena banyak kabupaten/kota yang sudah mulai menanyakan tempat menginap. Ini menjadi perhatian utama agar seluruh tamu dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, persiapan seremoni pembukaan juga mulai bergerak. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bone telah bertemu dengan calon event organizer (EO) dari tingkat provinsi yang sebelumnya menangani pembukaan Porprov di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba. Dalam waktu dekat, EO tersebut dijadwalkan mempresentasikan konsep pembukaan Porprov XVIII yang diharapkan mampu menghadirkan kesan megah sekaligus mencerminkan identitas budaya Bone.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang membutuhkan sinkronisasi dengan pemerintah provinsi, terutama mengenai pembagian kewenangan antara provinsi dan kabupaten sebagai tuan rumah.
“Kami berharap KONI Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dapat segera datang ke Bone untuk memberikan arahan yang lebih jelas mengenai pembagian tanggung jawab. Dengan begitu seluruh persiapan dapat berjalan lebih terarah,” kata Andi Akbar.
Porprov Sulawesi Selatan XVIII sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026. Untuk kedua kalinya, penyelenggaraan dilakukan bersama oleh dua daerah, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
Sebanyak 42 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan pembagian yang seimbang. Kabupaten Bone akan menjadi arena bagi 21 cabang olahraga, sementara 21 cabang lainnya berlangsung di Kabupaten Wajo. Upacara pembukaan akan dilaksanakan di Bone, sedangkan penutupan dipusatkan di Wajo. Cabang olahraga sepak bola juga dibagi di dua daerah, dengan pertandingan pembuka berlangsung di Bone dan partai final digelar di Wajo.
Diperkirakan sekitar 5.000 atlet, pelatih, ofisial, wasit, dan pendamping akan hadir selama pelaksanaan Porprov. Angka tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bone dalam menggerakkan sektor ekonomi, terutama perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Bone telah menyiapkan sekitar 120 kamar di Hotel Novena dan Hotel Helios yang diperuntukkan bagi tamu VIP, perangkat pertandingan, dan wasit. Sementara itu, kontingen peserta akan ditempatkan di kawasan perumahan yang telah disiapkan.
Menariknya, setiap kabupaten dan kota peserta nantinya akan didampingi seorang liaison officer (LO). Tugas tersebut dipercayakan kepada para camat di Kabupaten Bone yang akan menjadi ujung tombak pelayanan selama para tamu berada di daerah ini.
Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari menunjukkan bahwa Bone tidak hanya ingin sukses sebagai penyelenggara pertandingan, tetapi juga sebagai tuan rumah yang memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. Ketika ribuan atlet datang membawa semangat kompetisi pada November mendatang, Kabupaten Bone berharap mereka juga membawa pulang kesan tentang daerah yang siap menyambut dengan pelayanan, keramahan, dan kerja sama yang solid.
Porprov XVIII Sulawesi Selatan pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar perhelatan olahraga. Ia menjadi panggung kebersamaan, ajang mempererat persaudaraan antardaerah, sekaligus momentum bagi Bone untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event olahraga berskala besar dengan baik. (*)


Tinggalkan Balasan