WATAMPONE – Didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah di Aula Lateya Riduni Kamis, 19 Juni 2026. Langkah strategis ini tertuang dalam Lampiran Keputusan Bupati Bone mengenai pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural maupun fungsional terhadap 44 aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan data yang dihimpun, pergeseran posisi terjadi mulai dari tingkat eselon II.b (setingkat Kepala Dinas dan Sekretaris Dewan), eselon III (Kepala Bidang dan Sekretaris Dinas), hingga eselon IV (Kepala Seksi, Lurah, dan Kepala UPT).

Penyegaran di Tingkat Eselon II dan III Pada posisi pimpinan tinggi pratama dan administrator, terjadi saling tukar posisi (rotasi) yang cukup signifikan. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, A. Muchlis, S.STP., MH., kini resmi beralih tugas menjadi Sekretaris DPRD Kabupaten Bone. Sebaliknya, Hj. Faidah, S.STP. yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD, kini menduduki posisi yang ditinggalkan A. Muchlis sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan. Pergeseran juga menyasar struktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Jabatan Sekretaris Bappeda kini diamanahkan kepada Muh. Zuhdy, S.STP., M.Si. , sementara pejabat lama, Andi Herman, S.TP., M.Si., bergeser menjadi Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Muh. Zuhdy selaku Kabag Tata Pemerintahan Setda Bone diisi oleh Andi Kumala Dewi Salahuddin, S. , yang sebelumnya menjabat Kabag Organisasi. Posisi Kabag Organisasi sendiri kini ditempati oleh Andi Tenriawaru, S.Pt., M.Si..
Di sektor keuangan, Daramatasia, SE. dipromosikan dari Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah menjadi Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bone. Mutasi Sektor pelayanan kesehatan masyarakat juga mendapatkan perhatian besar dalam pelantikan kali ini. Tercatat beberapa puskesmas mengalami pergantian kepemimpinan, di antaranya drg. Kurnia, S.KG. yang diangkat menjadi Kepala UPT Puskesmas Ajangale, Bd. Tenri Were, ST. sebagai Kepala UPT Puskesmas Lamurukung, serta Hj. Hernawati, S.Kep. Ns. yang kini dipercaya memimpin UPT Puskesmas Dua Boccoe. Selain itu, Irfan Nur, S.Kep. dilantik sebagai Kepala UPT Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Dinas Kesehatan.
Di tingkat kewilayahan dan kelurahan, terjadi penyegaran kepemimpinan demi mengoptimalkan pelayanan masyarakat. Ihsan Rachmady, S.Tr.IP. kini resmi menjabat sebagai Lurah Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, menggantikan Syamsiar, S.Pd. yang bergeser menjadi Kasi Pelayanan Umum Kantor Kecamatan Ulaweng. Di Kelurahan Masumpu, Muhammad Yusuf, SE. naik jabatan dari Sekretaris Lurah menjadi Lurah Masumpu. Sementara itu, Mahiruddin, SE., M.Si. dipercaya mengemban tugas baru sebagai Lurah Pappolo. Optimalisasi Jabatan FungsionalSelain jabatan struktural, mutasi ini juga mengembalikan beberapa pejabat senior ke jabatan fungsional strategis sesuai keahliannya.
Salah satunya adalah Drh. Agusriady, M.Anim.Sc., yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, kini dialihkan ke dalam jabatan fungsional sebagai Medik Veteriner Ahli Muda pada dinas yang sama. Hal serupa juga terjadi pada Andi Nelmy Ratu Dwiyani Putri A., yang beralih tugas menjadi Auditor Ahli Pertama pada Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menegaskan bahwa para pejabat yang baru saja mengucapkan sumpah jabatan dan dilantik sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional, bahwa pelantikan hanyalah bagian dari dinamika birokrasi, sementara ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada hasil kerja. “Pelantikan itu hal biasa. Yang luar biasa adalah hasil dari pekerjaan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan bukanlah tujuan akhir. Menurut Bupati, setiap amanah yang diberikan harus dibuktikan melalui kinerja nyata yang berdampak bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa evaluasi akan selalu dilakukan terhadap pejabat yang tidak mampu menunjukkan capaian kerja yang maksimal.
“Kalau pekerjaan tidak maksimal, pasti akan dievaluasi. Tidak usah WA saja, bekerja saja,” ujarnya disambut perhatian para peserta pelantikan.
Bupati mengungkapkan bahwa proses mutasi yang dilakukan kali ini sejatinya telah menyentuh hampir seluruh perangkat daerah. Namun, berbagai ketentuan dan aturan yang berlaku membuat evaluasi secara menyeluruh belum dapat dilakukan pada kesempatan tersebut. Meski demikian, ia memastikan evaluasi lanjutan masih akan dilakukan.
Menurutnya, langkah penyegaran birokrasi ini dilakukan sebagai upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menilai masih terdapat aparatur yang belum sepenuhnya menjalankan instruksi dan kebijakan sebagaimana mestinya.
“Lain yang saya katakan, lain yang diperbuat. Jadi kuncinya adalah bekerja dengan baik,” katanya.
Bahkan, Bupati mengingatkan bahwa jabatan yang baru diberikan hari ini bukanlah jaminan akan bertahan lama apabila tidak diikuti dengan dedikasi dan tanggung jawab. “Jangan sampai saya kasih SK hari ini, kita kembalikan minggu depan,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti kinerja, Bupati juga menyinggung persoalan kedisiplinan aparatur. Ia mengaku masih menemukan sejumlah pegawai yang menjadi temuan dalam pengawasan, termasuk mereka yang tercatat bekerja dari rumah atau work from home (WFH), namun justru berada di luar aktivitas kedinasan.
Meski demikian, ia mengapresiasi adanya peningkatan disiplin ASN dalam beberapa waktu terakhir. Kehadiran pegawai di kantor dinilainya sudah cukup baik dibanding sebelumnya. Namun, menurutnya, kehadiran fisik saja belum cukup tanpa produktivitas kerja yang maksimal. “Saya bersyukur kedisiplinan ASN sudah lumayan. Saya lihat sudah aktif berkantor, namun belum bekerja maksimal,” ungkapnya.
Selain aspek birokrasi, perhatian Bupati juga tertuju pada percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menekankan bahwa belanja pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar roda ekonomi tetap bergerak. “Jangan sampai sudah kita tumbuh tujuh persen lebih, turun menjadi tiga persen. Padahal kita mau bertumbuh dan merata,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Kepala sekolah menerima amanah baru dan diminta menjalankan tugas dengan penuh integritas, terutama dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Jangan coba-coba main-main dengan dana BOS,” tegasnya.
Lebih jauh, ia memberikan penekanan terhadap peran strategis para pimpinan unit pelayanan publik. Kepala puskesmas diminta menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kepala sekolah dituntut aktif menekan angka pengangguran dan Anak Tidak Sekolah (ATS). Sementara lurah diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah, Bupati juga mengungkapkan rencana pengembangan program Kampung Produktif sebagai salah satu strategi penguatan ekonomi masyarakat. Ke depan, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan ditempatkan untuk mendukung program tersebut. “Yang tidak bisa, wassalam. Apalagi kemampuan fiskal kita saat ini,” ujarnya.
Pelantikan kali ini, lanjut Bupati, bukan menjadi akhir dari proses penataan birokrasi. Pemerintah Kabupaten Bone masih akan melanjutkan agenda penyesuaian struktur organisasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan perampingan organisasi perangkat daerah.
“Pelantikan ini akan berlanjut untuk menindaklanjuti perampingan organisasi. Kita jadwalkan pekan depan,” pungkasnya.
Melalui penataan birokrasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap tercipta aparatur yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan