BONE– Langit pesisir Kabupaten Bone seolah membawa kabar baik bagi masyarakat nelayan. Dari riak ombak yang tenang hingga aktivitas perahu yang hilir mudik, harapan baru kini mulai berlabuh di dua desa: Desa Usto di Kecamatan Mare dan Desa Bulu-Bulu di Kecamatan Tonra. Keduanya resmi masuk dalam nominasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah program strategis dari pemerintah pusat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kabar ini bukan sekadar angin lalu. Ia datang bersama langkah nyata, ditandai dengan kunjungan rombongan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang dipimpin oleh Novitria Setyawati. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, di ruang kerjanya, Jumat (10/4/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar seremonial. Di balik diskusi yang berlangsung, terselip agenda penting: koordinasi sekaligus persiapan survei lapangan yang akan menentukan masa depan dua desa tersebut sebagai kampung nelayan modern.

Desa Usto dan Desa Bulu-Bulu bukanlah wilayah asing bagi aktivitas nelayan. Sejak lama, kehidupan masyarakatnya bertumpu pada laut. Namun melalui program ini, potensi yang ada akan didorong lebih jauh—tidak hanya bertahan, tetapi berkembang.

Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai langkah transformasi. Tidak hanya membangun infrastruktur seperti dermaga dan fasilitas pengolahan hasil laut, tetapi juga memperkuat ekonomi nelayan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan kata lain, program ini menyentuh seluruh aspek kehidupan pesisir.

Setiap desa yang lolos seleksi akan mendapatkan alokasi anggaran yang tidak kecil, berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp24 miliar. Angka yang mampu mengubah wajah desa—dari kampung nelayan tradisional menjadi kawasan ekonomi pesisir yang lebih maju dan berdaya saing.

Harapan Bone bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Desa Angkue di Kecamatan Kajuara telah lebih dulu merasakan manfaat program serupa. Perubahan yang terjadi di sana menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

Kini, harapan yang sama digantungkan pada Usto dan Bulu-Bulu.

Di hadapan rombongan KKP, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami berharap dapat lolos dalam tahap seleksi,” ujarnya.

Lebih dari sekadar proyek pembangunan, ia melihat program ini sebagai pintu masuk menuju perubahan besar. Peningkatan kesejahteraan nelayan, penguatan ekonomi pesisir, hingga pembangunan infrastruktur yang modern dan berkelanjutan menjadi tujuan utama yang ingin dicapai.

Kini, semua mata tertuju pada hasil seleksi. Di pesisir Bone, nelayan mungkin tetap melaut seperti biasa—menebar jala dan menantikan hasil tangkapan. Namun di balik rutinitas itu, tersimpan harapan baru yang lebih besar.

Jika terpilih, Desa Usto dan Desa Bulu-Bulu bukan hanya akan berubah secara fisik, tetapi juga secara sosial dan ekonomi. Mereka berpotensi menjadi contoh bagaimana desa pesisir mampu bangkit, berdaya, dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. (*)