BONE–Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan pangan lokal yang melimpah. Dari sumber karbohidrat seperti beras dan umbi-umbian, aneka sayuran dan buah, hingga protein hewani berupa ikan, udang, kepiting, ayam, dan telur semuanya tersedia dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Namun di balik kelimpahan tersebut, tantangan gizi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Pola konsumsi harian masyarakat cenderung didominasi makanan berbasis karbohidrat, sementara konsumsi sayur, buah, dan protein hewani masih relatif rendah. Kondisi ini berdampak pada munculnya persoalan gizi ganda, mulai dari stunting, anemia, kekurangan energi kronis (KEK) pada perempuan, hingga meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.
Situasi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang serta cara memanfaatkan pangan lokal secara optimal dalam menu keluarga sehari-hari.
Selama ini, pedoman nasional Isi Piringku menjadi rujukan utama edukasi gizi. Namun dalam praktiknya di daerah, pedoman tersebut belum sepenuhnya mencerminkan konteks budaya, bahasa, kebiasaan makan, serta ketersediaan pangan lokal masyarakat Bone.
Menyadari adanya kesenjangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan CIFOR–ICRAF melalui proyek Land4Lives mengembangkan Panduan Isi Piringku Pangan Lokal Kabupaten Bone. Panduan ini dirancang sebagai materi edukasi gizi yang lebih membumi, menekankan pemanfaatan bahan pangan lokal, serta disampaikan dengan bahasa yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat Bone.
Pengembangan panduan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Pada Mini Co-Design Workshop yang digelar 20–21 November 2025, perwakilan dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, DP2KB, DP3A, Kominfo, hingga organisasi profesi seperti PERSAGI dan PPPKMI, memberikan beragam masukan strategis.
Masukan tersebut antara lain penyederhanaan bahasa gizi agar lebih komunikatif, penambahan daftar pangan lokal lengkap dengan nama daerahnya, penguatan pesan konsumsi protein hewani—khususnya ikan sebagai prioritas daerah pesisir serta penyesuaian visual yang mencerminkan budaya Bone. Peserta juga menekankan pentingnya menghadirkan rubrik “mitos dan fakta” yang kerap berkembang di masyarakat, serta contoh menu berbasis pangan lokal yang terjangkau.
Tak kalah penting, panduan ini diharapkan terintegrasi dengan berbagai program lintas sektor seperti PMT Lokal, B2SA, Aksi Bergizi, Dahsyat, hingga layanan posyandu.
Untuk memastikan panduan benar-benar aplikatif, mudah dipahami, dan relevan dengan kondisi lapangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone bersama CIFOR–ICRAF menyelenggarakan Pilot Workshop Uji Coba Kelayakan Panduan Isi Piringku Pangan Lokal pada Senin–Selasa, 22–23 Desember 2025, bertempat di Hotel Novena.
Workshop ini menjadi tahap krusial sebelum finalisasi panduan. Peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader, penyuluh, PKK, serta perwakilan OPD, terlibat langsung dalam simulasi edukasi gizi, role-play konseling gizi, hingga demonstrasi memasak menu lokal berbasis Isi Piringku.
Selain menguji penggunaan panduan, kegiatan ini juga menjadi ruang umpan balik terakhir terkait pesan kunci, visual, bahasa, serta kesiapan implementasi di berbagai layanan dan program masyarakat.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pengantar proyek Land4Lives, penguatan kapasitas tentang pentingnya komunikasi dan edukasi gizi yang sederhana dan kontekstual, sosialisasi Panduan Isi Piringku Lokal, hingga bedah panduan khusus bagi tenaga kesehatan dan kader. Sesi siang diisi dengan simulasi dan role-play penggunaan panduan, yang ditutup dengan peneguhan komitmen peserta untuk menerapkan panduan di wilayah kerja masing-masing.
Hari kedua dilanjutkan dengan simulasi lanjutan, diskusi kelompok, serta pengumpulan umpan balik terstruktur sebagai dasar penyempurnaan panduan. Kegiatan kembali ditutup dengan peneguhan komitmen lintas sektor agar Panduan Isi Piringku Lokal dapat diadopsi dan diintegrasikan ke dalam program OPD terkait.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan panitia dari CIFOR–ICRAF serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, di antaranya Hj. Kartini Abbas, S.ST., M.Kes selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rizeri Miling, dan Farida Tahir, SKM., M.Kes dari Tim Kerja Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui uji coba kelayakan ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap Panduan Isi Piringku Pangan Lokal dapat disempurnakan menjadi dokumen edukasi gizi yang tepat guna, relevan secara budaya, dan siap diterapkan secara luas. Lebih dari sekadar panduan, dokumen ini diharapkan menjadi alat perubahan mengajak masyarakat Bone merawat gizi keluarga mulai dari piring, dari pangan lokal, dan dari kearifan daerah sendiri. (*)



Tinggalkan Balasan