BONE — Ada yang berbeda pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di Kabupaten Bone. Di tengah semarak upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, sebuah kabar menggembirakan datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Bone ini berhasil menyabet Juara I dalam lomba “Gerakan Toilet Bersih Bersama Masyarakat” atau yang dikenal dengan singkatan Getol Bertamasya, kategori antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Prestasi ini bukanlah sekadar soal toilet bersih. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari komitmen pelayanan yang humanis dan menyeluruh, sebagaimana ditegaskan oleh Direktur RSUD Tenriawaru Bone, dr. H. A. Muhammad Syahrir.
“Rumah sakit adalah tempat pelayanan masyarakat, bukan hanya soal pengobatan tetapi juga kenyamanan. Toilet menjadi bagian penting dari layanan kami. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan toilet selalu kami prioritaskan,” ujar dr. Syahrir seusai menerima penghargaan.
Penghargaan itu sendiri diserahkan langsung oleh Bupati Bone seusai pelaksanaan upacara Hardiknas, sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya RSUD Tenriawaru dalam menciptakan lingkungan layanan yang bersih dan layak.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyoroti realitas yang selama ini terjadi di banyak instansi pemerintahan. “Biasanya yang diperhatikan itu hanya toilet ruangan pejabat. Sementara toilet untuk masyarakat terabaikan. Sekarang, semua toilet di instansi pemerintah harus bersih, harum, dan layak, sama seperti toilet pimpinan,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Arahan Bupati ini menjadi penegasan bahwa kebersihan toilet adalah bagian dari pelayanan publik yang sering luput dari perhatian, namun sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Keberhasilan RSUD Tenriawaru Bone menjadi juara bukanlah hasil instan. Di balik pencapaian tersebut, ada kerja keras tim kebersihan, manajemen rumah sakit, hingga sistem kontrol harian yang diterapkan dengan ketat.
“Ini bukan tentang lomba semata, tapi tentang budaya pelayanan yang ingin kami tanamkan di rumah sakit ini. Pelayanan terbaik dimulai dari hal yang paling dasar yakni kebersihan,” tambah dr. Syahrir.
Melalui pencapaian ini, RSUD Tenriawaru Bone tak hanya meraih penghargaan, tapi juga memberikan teladan. Bahwa pelayanan publik, sekecil apa pun aspeknya, harus dikelola dengan niat tulus, manajemen yang baik, dan rasa hormat terhadap setiap masyarakat yang datang. (*)



Tinggalkan Balasan