BONE – Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Senin (27/07/2026), tidak hanya diisi dengan aktivitas pembangunan fisik yang menjadi ciri khas program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di balik semangat gotong royong membangun infrastruktur, tersimpan ikhtiar lain yang tak kalah penting, yakni membangun masa depan generasi melalui edukasi pencegahan stunting.

Dalam rangka pelaksanaan sasaran nonfisik TMMD ke-129, Kodim 1407/Bone menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, menjelaskan bahwa penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program TMMD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen TMMD dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Selama penyuluhan berlangsung, warga mendapatkan berbagai informasi mengenai penyebab stunting, pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak, hingga pola asuh yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Materi yang disampaikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak mereka.
Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone juga mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, mulai dari posyandu hingga fasilitas kesehatan lainnya. Langkah sederhana seperti rutin memantau pertumbuhan anak dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga menjadi investasi berharga bagi masa depan bangsa.
Antusiasme warga Desa Patukku terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik penyuluhan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, edukasi semacam ini menjadi bekal penting dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga.
Kehadiran TMMD melalui sasaran nonfisik ini membuktikan bahwa membangun desa tidak hanya diwujudkan lewat jalan, jembatan, atau fasilitas umum, tetapi juga melalui pembangunan kesadaran masyarakat. Sebab, desa yang kuat lahir dari masyarakat yang sehat, dan generasi yang berkualitas menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (*)


Tinggalkan Balasan