BONE — Pagi di Desa Tunreng Tellue, Kecamatan Sibulue, terasa berbeda. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan dengan wajah penuh antusias. Langkah demi langkah menyusuri rute jalan santai sepanjang kurang lebih dua kilometer menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Di tengah semangat itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman hadir menyatu dengan masyarakat dalam kegiatan jalan santai dan senam bersama yang berlangsung meriah pada Selasa (18/7/2026).
Suasana hangat sudah terasa sejak rombongan tiba. Camat Sibulue, Sainal Abidin, S.Sos, menyambut langsung kedatangan Bupati beserta rombongan dengan penuh rasa bangga. Dalam sambutannya, ia menggambarkan Sibulue sebagai rumah bersama melalui tagline “Sibulue Riasilipuri”.
“Sibulue adalah wanua kita semua. Kita di sini adalah satu dan kita adalah sekata. Ketika kita sakit maka semua ikut merasakan sakit. Insyaallah, Bapak Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK akan menjadi obat, penyejuk, sekaligus pengayom bagi kita semua,” ujarnya yang disambut tepuk tangan masyarakat.
Kemeriahan semakin terasa ketika Bupati Bone menyapa warga dengan gaya komunikasinya yang akrab dan penuh canda. Ia mengaku belum pernah melihat kegiatan di tingkat kecamatan yang seramai di Sibulue.
“Di kecamatan, mungkin ini yang paling ramai,” ucapnya, disambut sorakan ribuan peserta.
Saat menyebut angka sekitar 50 ribu sebagai gambaran semangat masyarakat, spontan warga menjawab kompak. Bupati pun tersenyum.
“Orangnya memang sekitar 3 ribu, tetapi semangatnya seperti 50 ribu,” katanya yang kembali memancing gelak tawa.
Bagi Bupati, jalan santai dan senam bersama bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat.
Ia mengingatkan bahwa meski Sibulue dikenal sebagai daerah dengan hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah mulai dari cengkeh, durian, rambutan, padi, jagung hingga tebu kesehatan tetap menjadi modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Minimal kita bergerak 30 menit setiap hari. Kalau tubuh kita sehat, kita bisa beribadah dengan maksimal, membantu keluarga, bekerja lebih baik, dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada orang lain,” pesannya.
Tak hanya mengajak hidup sehat, Bupati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Sibulue atas capaian membanggakan sebagai kecamatan tercepat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) se-Kabupaten Bone.
Menurutnya, kepatuhan masyarakat tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memberikan perhatian lebih melalui pembangunan berbagai fasilitas.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Bone menyalurkan bantuan pembangunan satu unit sumur bor berskala besar senilai sekitar Rp1 miliar untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Di sela kegiatan, Bupati juga mengapresiasi Pemerintah Desa Tunreng Tellue yang berhasil menekan angka stunting hingga mencapai nol kasus.
“Awalnya ada dua kasus stunting, sekarang sudah zero. Ini prestasi yang patut kita syukuri dan dipertahankan,” ujarnya yang langsung disambut ucapan “Alhamdulillah” dari masyarakat.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Komitmen pembangunan juga kembali ditegaskan Bupati Bone. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya memperbaiki infrastruktur, khususnya ruas jalan menuju wilayah timur Bone yang menjadi jalur strategis masyarakat Sibulue.
Ia meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan pengukuran terhadap ruas jalan yang masih tersisa untuk ditangani, sembari menegaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Selain infrastruktur, perhatian terhadap sektor pertanian juga terus diperkuat. Bupati menyebut berbagai program pemerintah telah berjalan di Sibulue, mulai dari cetak sawah seluas 194 hektare, optimalisasi lahan non rawa sekitar 700 hektare, hingga penyaluran berbagai bantuan sarana produksi pertanian bagi para petani.
Di penghujung sambutannya, suasana kembali mencair ketika Bupati mengajak masyarakat mengikuti kuis interaktif mengenai capaian pembangunan Kabupaten Bone. Gelak tawa, sorak sorai, dan semangat warga menjadi penutup yang menggambarkan kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakatnya.
Kegiatan jalan santai dan senam bersama di Desa Tunreng Tellue akhirnya bukan hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, apresiasi, sekaligus penguatan optimisme bahwa pembangunan daerah akan berjalan semakin baik melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dari Sibulue, semangat itu terpancar jelas bahwa kesehatan, kebersamaan, dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun Bone yang lebih maju dan sejahtera. (*)


Tinggalkan Balasan