BONE, SULAWESI SELATAN — Seusai pelaksanaan pawai obor dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bone, sebuah pemandangan tak biasa menarik perhatian pada Minggu Malam, 16 Agustus 2026.
Di tengah suasana malam yang masih ramai, Bupati Bone, Dr. H. Andi Asman Sulaiman, S.E., M.M., terlihat tetap menjalankan tugasnya. Masih mengenakan Pakaian Dinas Upacara lengkap, ia tampak sibuk menandatangani sejumlah berkas penting.
Yang membuat momen tersebut menarik, dokumen-dokumen itu tidak ditandatangani di balik meja kantor, melainkan di atas kap mobil yang digunakan sebagai meja darurat.
Bupati Andi Asman mengenakan jas putih lengkap dengan tanda pangkat di pundak, peci hitam, serta syal merah. Dengan pena biru di tangan, ia fokus membubuhkan tanda tangan pada sejumlah dokumen.
Beberapa pejabat dan staf tampak berada di sekelilingnya. Seorang pria mengenakan pakaian cokelat dan peci terlihat membantu memegang berkas dia adalah Kabag Prokopim Asdi yang juga selalu standby setiap saat mendampingi Bupati Bone.
Cahaya lampu sorot menerangi aktivitas tersebut. Di kejauhan, suasana malam masih menyisakan keramaian setelah pawai obor berakhir.
Pemandangan sederhana itu seolah memperlihatkan sisi lain dari rutinitas seorang kepala daerah. Di tengah agenda seremonial yang telah dilalui, pekerjaan administrasi yang dianggap penting tetap diselesaikan tanpa harus menunggu kembali ke ruang kerja.
Kap mobil yang menjadi alas dokumen pun menjadi simbol sederhana dari situasi tersebut: ketika pekerjaan harus diselesaikan, tempat bukan menjadi alasan untuk menundanya.
Bagi yang menyaksikan momen itu, tindakan tersebut dinilai mencerminkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan tidak terpaku pada suasana kerja formal.
Pelayanan publik, pada akhirnya, tidak selalu berlangsung di ruangan berpendingin udara dengan meja dan kursi yang tertata. Ada kalanya pelayanan justru berlangsung di tengah keramaian, di bawah sorot lampu, bahkan dengan kap mobil sebagai meja sementara.
Momen Bupati Bone menandatangani berkas seusai pawai obor menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana tugas pemerintahan dapat terus berjalan di tengah berbagai situasi.
Bukan kemewahan tempatnya yang menjadi perhatian, melainkan kesediaan untuk tetap bekerja ketika ada urusan masyarakat yang harus segera diselesaikan. (*)


Tinggalkan Balasan