BONE — Ada cara unik untuk merayakan semangat sportivitas di lapangan sepak bola. Di tengah sengitnya laga final Turnamen Kemerdekaan antardesa di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, angka 99 justru menjadi simbol perhatian dan apresiasi kepada para pemain.

Final turnamen yang berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, mempertemukan Desa Palakka dan Desa Carima. Pertandingan yang menyedot perhatian masyarakat itu akhirnya dimenangkan Desa Palakka melalui drama adu penalti.

Namun, cerita menarik tidak berhenti setelah peluit panjang dibunyikan. Di balik persaingan dua kesebelasan tersebut, muncul momen yang membuat suasana pertandingan semakin hangat.

HMS Community memberikan saweran kepada pemain dari kedua tim yang mengenakan nomor punggung 99. Saweran tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi pemain yang telah memberikan penampilan terbaik sepanjang pertandingan.

Angka 99 sendiri bukan dipilih secara kebetulan. Nomor tersebut identik dengan Fraksi Nasdem dan juga dikenal sebagai bagian dari identitas HMS Community, komunitas yang didirikan oleh Dr. H. Muslimin SE MM (HMS) yang juga Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone. Sebagian usaha yang berkaitan dengan HMS juga menggunakan label 99.

Karena itu, ketika melihat pemain mengenakan nomor punggung 99, HMS memberikan perhatian khusus. Bukan hanya pemain dari tim juara, tetapi juga pemain 99 dari tim yang harus menerima kekalahan.

Momen pemberian saweran berlangsung dengan nuansa penuh keakraban. Pemain Desa Palakka maupun Desa Carima menerima apresiasi tersebut secara langsung di lapangan. Tidak ada lagi sekat antara pemenang dan yang kalah—yang tersisa adalah penghargaan terhadap perjuangan para pemain.

Final itu sendiri turut disaksikan sejumlah tokoh, di antaranya Anggota DPRD Bone Dr. H. Muslimin SE MM (HMS), Herman ST, serta Camat Kahu dan CEO PT ALL 22.

Kehadiran mereka menambah semarak pertandingan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Desa Palakka, kemenangan lewat adu penalti menjadi penutup manis turnamen. Sementara bagi Desa Carima, kekalahan di partai puncak tidak menghapus perjuangan mereka hingga pertandingan terakhir.

Di sinilah makna nomor punggung 99 menjadi lebih dari sekadar angka di jersey. Ia menjadi simbol apresiasi bahwa dalam sebuah kompetisi, kemenangan memang penting, tetapi semangat, perjuangan dan sportivitas para pemain juga layak mendapatkan penghargaan.

Desa Palakka akhirnya pulang membawa gelar Juara Turnamen Kemerdekaan 2026. Namun pada sore itu, para pemain dari kedua desa sama-sama mendapatkan sesuatu yang tidak kalah berharga: penghormatan atas perjuangan mereka di lapangan. (*)