BONE — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelataran jalur dua Petta Ponggawae, tepat di depan Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu malam, 25 April 2026. Malam itu menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian kegiatan Retreat ASN yang diikuti oleh Kepala OPD, Camat, dan Kepala Bagian lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Alih-alih seremoni formal, penutupan retreat dikemas dalam bentuk malam ramah tamah yang membaurkan unsur pemerintahan dan masyarakat. Ribuan warga tampak memadati area kegiatan, menikmati hiburan sekaligus merasakan kedekatan dengan para pemimpin daerah.

Momentum istimewa ini semakin semarak dengan kehadiran trio musisi cover populer, yakni Tri Suaka, Nabila Maharani, dan Zinidin Zidan. Ketiganya dikenal luas lewat kolaborasi live akustik di Yogyakarta yang sempat viral di berbagai platform digital pada awal 2020-an.

Dengan konsep sederhana bertajuk “Mendadak Ngamen”, mereka tampil di ruang terbuka, menghadirkan nuansa santai namun tetap berkesan. Selama kurang lebih satu jam, alunan lagu-lagu populer yang dibawakan dengan gaya khas mereka sukses menghibur masyarakat Bone lintas generasi.

Di sela-sela acara, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan pesan penting kepada seluruh ASN yang telah mengikuti retreat.

“Meski retreat ASN telah berakhir, namun semangat kebersamaan jangan sampai hilang. Saya berharap dari pelaksanaan retreat ini, layanan pemerintahan semakin berkualitas,” ujarnya.

Lebih dari sekadar hiburan, kehadiran para musisi tersebut juga memiliki dampak ekonomi. Area sekitar Lapangan Merdeka Watampone yang menjadi pusat kegiatan tampak dipenuhi pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan.

Bupati Andi Asman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kehadiran Tri Suaka dan kawan-kawan bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk menghidupkan para pelaku UMKM kita,” tambahnya.

Ia pun berharap ke depan Kabupaten Bone semakin berkembang, tidak hanya dari sisi pelayanan pemerintahan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas daerah dan kebersihan lingkungan.

“Saya berharap Bone ke depan menjadi lebih baik. Tetap jaga kondusifitas wilayah dan kebersihan. Terima kasih kepada Tri Suaka yang telah hadir menghibur masyarakat Kabupaten Bone,” tutupnya.

Malam ramah tamah itu pun menjadi simbol berakhirnya retreat dengan pesan yang kuat: bahwa kolaborasi, kebersamaan, dan kedekatan dengan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun pemerintahan yang lebih humanis dan berkualitas. (*)