Bone – Lembar kertas itu berwarna putih bersih dengan bingkai ornamen bermotif emas yang elegan. Di bagian atasnya, tercetak tegas dua kata penuh makna: PIAGAM PENGHARGAAN.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sekadar dokumen formal yang akan disimpan di dalam map atau dipajang di dinding rumah. Namun, bagi Muhammad Azzam El Shirazy Saleh, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bone, selembar piagam bernomor 001/MTs.21.01/PP.00.5/VI/2026 tersebut merupakan saksi bisu perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, doa, tawa, dan perjuangan selama tiga tahun terakhir.
Minggu, 7 Juni 2026, menjadi hari yang penuh haru bagi keluarga besar MTsN 1 Bone. Pada hari itu, piagam penghargaan resmi diserahkan kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan pada Tahun Pelajaran 2025/2026.
Di balik selembar piagam itu tersimpan cerita tentang berbagai pengalaman yang telah dilalui para siswa. Mulai dari hari-hari pertama mengenakan seragam madrasah, menghadapi ujian, mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun keagamaan, hingga akhirnya tiba di penghujung masa belajar mereka.
Di bawah logo Kementerian Agama Republik Indonesia yang khas serta semboyan “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”, tertera sebuah untaian doa yang sederhana namun sarat makna:
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat dan membawa kesuksesan di masa depan. Aamiin.”
Kalimat tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi pesan mendalam sekaligus harapan besar bagi para lulusan muda yang akan melanjutkan perjalanan hidup ke jenjang berikutnya.
Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, ilmu agama dan pengetahuan umum yang mereka peroleh di bangku madrasah diharapkan mampu menjadi kompas moral dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Suasana khidmat semakin terasa ketika mata tertuju pada bagian bawah piagam. Di atas stempel biru Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Bone, tertera tanda tangan Kepala Madrasah sebagai simbol pengesahan sekaligus pelepasan.
Tanda tangan itu bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menjadi bentuk restu dari para guru dan pihak madrasah kepada para siswa yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik di Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), maupun sekolah kejuruan.
Hari itu, riuh suara para siswa yang biasanya memenuhi koridor sekolah perlahan berubah menjadi suasana perpisahan. Ada senyum kebanggaan, ada pula rasa haru yang menyelimuti momen penamatan.
Bagi Muhammad Azzam El Shirazy Saleh, momen tersebut terasa semakin istimewa. Putra pasangan H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ulaweng, dan Musdalifah, S.Pd. SD., guru SDN 22 Jeppe’E, itu hadir didampingi sang ibu yang setia menemani sepanjang rangkaian acara.
Kebersamaan ibu dan anak tersebut menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan seorang siswa tidak pernah lahir dari perjuangannya sendiri. Di balik setiap pencapaian, terdapat doa, dukungan, dan pengorbanan orang tua yang senantiasa menyertai.
Momentum penamatan itu pun semakin berkesan ketika Muhammad Azzam El Shirazy Saleh bersama ibundanya berkesempatan mengabadikan momen melalui swafoto dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman.
Foto tersebut menjadi kenangan yang akan selalu mengingatkan bahwa hari itu bukan sekadar acara seremonial penamatan, melainkan penanda berakhirnya satu babak kehidupan dan dimulainya perjalanan baru menuju masa depan.
Kini, selembar piagam telah berada di tangan. Namun sesungguhnya, yang lebih berharga adalah nilai-nilai, pengalaman, dan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di MTsN 1 Bone.
Selamat kepada Muhammad Azzam El Shirazy Saleh dan seluruh lulusan MTsN 1 Bone Tahun Pelajaran 2025/2026. Langkah baru telah dimulai. Bentangan langit yang lebih luas menanti untuk dijelajahi, dan masa depan siap dilukis dengan prestasi, akhlak, serta cita-cita yang tinggi. (*)


Tinggalkan Balasan