BONE– Sorotan terhadap dugaan penganiayaan yang dilaporkan terjadi di lingkungan DPRD Bone kini mengarah pada sebuah perangkat yang selama ini bekerja dalam diam: kamera pengawas atau CCTV.
Di tengah proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian, keberadaan rekaman CCTV menjadi salah satu harapan untuk mengurai rangkaian peristiwa yang dilaporkan seorang staf PPPK Sekretariat DPRD Bone terhadap Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. Pertanyaan yang muncul sederhana, tetapi penting: apakah kamera itu merekam kejadian tersebut?
Jawaban awal mulai terungkap. Kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi dugaan penganiayaan dipastikan masih dalam kondisi aktif.
Kepastian itu disampaikan Anggota DPRD Bone, Rismono Sarlim, setelah meninjau langsung pusat kontrol CCTV bersama Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone di ruang kerja Sekwan, Rabu (29/7/2026).
“CCTV sudah kami lihat bersama Sekwan di ruangan Sekwan bagus, hanya kabel HDMI yang mengarah ke monitor agak bermasalah,” ujar Rismono.
Menurutnya, persoalan yang ditemukan bukan pada kamera, melainkan pada sambungan kabel HDMI menuju monitor. Akibatnya, tampilan kamera tidak dapat terlihat secara normal melalui layar. Namun, kondisi tersebut belum dapat dipastikan memengaruhi sistem perekaman yang tersimpan pada perangkat.
Meski perangkat dipastikan masih berfungsi, rekaman yang diharapkan menjadi petunjuk belum tentu memuat momen yang dicari. Posisi kamera disebut mengarah ke area parkir, bukan secara langsung ke titik yang diduga menjadi lokasi terjadinya penganiayaan di sekitar Kantin DPRD Bone.
“Apakah kejadian itu terekam atau tidak, kami belum bisa memastikan karena posisi kamera mengarah ke parkiran,” kata Rismono.
Dengan demikian, keberadaan CCTV belum dapat dijadikan jawaban pasti atas dugaan peristiwa tersebut. Rekaman, jika ada, masih harus diperiksa untuk memastikan apakah sudut pandang kamera mampu menangkap rangkaian kejadian atau hanya merekam aktivitas di sekitar lokasi.
Sementara itu, proses hukum terus berjalan. Dugaan penganiayaan yang melibatkan Ketua DPRD Bone dan seorang staf PPPK Sekretariat DPRD Bone telah dilaporkan ke Polres Bone dan kini masih dalam tahap penyelidikan.
Penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain mengumpulkan keterangan para pihak, kepolisian juga membuka kemungkinan menelusuri rekaman CCTV sebagai bagian dari alat bukti apabila dinilai relevan dengan kebutuhan penyelidikan.
Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada keterangan para saksi, tetapi juga pada rekaman yang mungkin tersimpan di balik perangkat pengawas tersebut. Jika sudut pandangnya cukup menjangkau lokasi kejadian, CCTV dapat menjadi saksi bisu yang membantu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan DPRD Bone pada hari itu. (*)


Tinggalkan Balasan