BONE– Perhatian Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pembinaan atlet mulai dirasakan para atlet dari berbagai cabang olahraga. Dukungan tersebut datang dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM melalui bantuan dana pembinaan atlet yang disalurkan pemerintah daerah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone.

Dukungan anggaran tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan kontingen Bone menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.

Sejak dana pembinaan disalurkan, sejumlah cabang olahraga (cabor) mulai mengintensifkan latihan dan melaksanakan Training Center (TC) sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat kepada seluruh cabor untuk melaksanakan Training Center secara serentak. Pelaksanaan TC terkoordinasi dijadwalkan mulai sekitar pertengahan Agustus 2026. “Training center ini sudah kami sampaikan melalui surat kepada seluruh cabor. Kita rencanakan pelaksanaannya secara serentak,” ungkap Asiswa Karim.

Meski demikian, sejumlah cabor telah lebih dahulu melaksanakan TC secara mandiri. Hal tersebut terutama dilakukan oleh atlet Bone yang saat ini bersekolah atau berdomisili di Makassar.

Salah satunya adalah atlet cabang olahraga karate yang telah melakukan pemusatan latihan secara mandiri di fasilitas PDAM Makassar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan program latihan atlet yang berada di luar Kabupaten Bone.

Selain itu, beberapa cabor lainnya juga disebut telah melaksanakan TC lebih awal. Menurut Asiswa, pelaksanaan tersebut nantinya akan disatukan dalam sistem pembinaan dan pemantauan yang lebih terkoordinasi oleh KONI Bone.

“Memang dalam perjalanan ini ada beberapa cabor yang sudah melakukan TC, khususnya atlet kita yang sekolah atau berdomisili di Makassar. Contohnya atlet dayung yang melakukan training center mandiri di Makassar,” jelasnya.

Ke depan, KONI Kabupaten Bone memastikan akan meningkatkan monitoring terhadap seluruh atlet dan cabor, termasuk atlet yang menjalani latihan di Makassar.

Asiswa mengatakan pemantauan sebenarnya selama ini telah dilakukan terhadap sejumlah cabor, seperti anggar, taekwondo, dan senam. Namun, menjelang pelaksanaan Porprov XVIII 2026, monitoring akan dilakukan secara lebih intensif dan terkoordinasi.

“Insyaallah ke depan KONI akan mengontrol dan memonitor semua itu, termasuk yang ada di Makassar. Selama ini latihan memang sering dipantau teman-teman di KONI, seperti anggar, taekwondo dan senam,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, bantuan dana pembinaan, serta pelaksanaan Training Center yang semakin terarah, KONI Bone berharap persiapan atlet dapat berlangsung maksimal sehingga mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bone pada Porprov XVIII Sulsel 2026. (*)