BONE — Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, Bone akan bersama-sama dengan Kabupaten Wajo untuk menyukseskan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., mengatakan persiapan sebagai tuan rumah secara umum telah mencapai sekitar 80 persen. “Secara umum, alhamdulillah, persiapan kita ini sudah mencapai sekitar 80 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah venue pertandingan saat ini tengah dibenahi, termasuk Stadion Lapatau serta beberapa venue olahraga lainnya. Pembenahan dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana yang digunakan selama pelaksanaan Porprov dapat memenuhi kebutuhan pertandingan.

Andi Akbar mengatakan, pihaknya juga membuka ruang bagi pengurus provinsi maupun pengurus cabang olahraga untuk melakukan visitasi terhadap venue yang akan digunakan.

“Kita berharap bahwa visitasi yang dilakukan oleh cabang olahraga minimal ada masukan-masukan dari pengprov maupun pengcab. Apa yang harus dilengkapi, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Ia menyebutkan, beberapa cabang olahraga dari Pengprov telah melakukan kunjungan dan visitasi ke sejumlah venue di Bone. Namun, menurutnya, pihak yang paling ditunggu untuk memberikan arahan secara menyeluruh adalah panitia Porprov tingkat provinsi.

“Walaupun kemarin beberapa hari yang lalu banyak cabor-cabor dari Pengprov yang datang untuk melakukan visitasi, bukan itu yang kita tunggu. Yang kita tunggu adalah arahan dari panitia Porprov provinsi,” jelasnya.

Andi Akbar menegaskan, karena Porprov merupakan agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, koordinasi dari pihak provinsi sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah sebagai tuan rumah dapat mengetahui secara pasti kekurangan yang harus segera dilengkapi.

“Karena ini adalah gawenya provinsi, makanya provinsi seharusnya datang berkoordinasi dengan kita apa yang harus kita lakukan. Walaupun kita sebagai tuan rumah sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kalau ada kekurangan-kekurangan kan harus kita lengkapi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, mengatakan sejumlah tahapan persiapan juga telah dijalankan, khususnya terkait pembenahan venue pertandingan.

Ia menyebutkan, pembenahan Stadion Lapatau saat ini sudah mulai berjalan. Namun, pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar stadion, melainkan juga venue-venue olahraga yang berada di kawasan kompleks Stadion Lapatau.

Menurut Asiswa, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu mendapat perhatian, termasuk kolam renang dan beberapa venue lainnya.

Di sisi lain, KONI Bone juga terus mempersiapkan kontingen daerah untuk menghadapi Porprov XVIII. Koordinasi dengan seluruh cabang olahraga terus dilakukan, termasuk melalui sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Untuk cabor Bone ini gencar sekali. Malah kita beberapa kegiatan sudah lakukan, karena kita maunya bukan hanya untuk sukses prestasi, begitu juga sukses penyelenggaraan,” ungkap Asiswa.

Ia menegaskan, kesiapan menghadapi Porprov tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet. Aspek penyelenggaraan juga menjadi perhatian, termasuk memastikan koordinasi antara KONI, Dispora, dan seluruh cabang olahraga berjalan secara terintegrasi.

“Bagaimana dalam perjalanan ini, karena walaupun bagaimana persentuhan dengan penyelenggara, kegiatan kita lakukan maka dipertanggungjawabkan. Artinya secara integrasi antara KONI, Dispora dengan cabor,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang terus digenjot, Bone diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi olahraga pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026. (*)