BONE– Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para guru Kabupaten Bone pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsenijar) PGRI berbuah manis. Meski harus puas dengan medali perak di cabang olahraga voli putra, perjuangan tanpa kenal lelah itu menjadi penutup manis yang mengantarkan Kontingen PGRI Bone menembus posisi empat besar klasemen akhir.
Laga final voli putra menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian. Tim voli putra Kabupaten Bone tampil penuh determinasi menghadapi tim Enrekang. Pertandingan berlangsung sengit hingga tiga set, memperlihatkan kualitas permainan dan semangat juang kedua tim. Meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan, para guru yang menjadi delegasi PGRI Bone tetap meninggalkan kebanggaan besar dengan mempersembahkan medali perak bagi daerah.
Keberhasilan tersebut melengkapi raihan prestasi Kontingen PGRI Bone yang secara keseluruhan mengoleksi dua medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu. Hasil itu sekaligus mengantarkan Bone bercokol di posisi empat besar, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak baru dalam perjalanan prestasi PGRI Bone.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus PGRI Bone. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa kerja keras, kekompakan, dan semangat para guru mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
“Pencapaian ini sangat membanggakan dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada Porseni di Barru, Bone berada di peringkat 23, kemudian meningkat menjadi peringkat 10 di Soppeng, dan kini berhasil menembus empat besar,” ungkap Bupati Bone.
Baginya, lonjakan prestasi tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Di balik setiap medali yang diraih, terdapat kerja kolektif seluruh jajaran PGRI Bone yang terus memberikan motivasi, pembinaan, dan dukungan kepada para atlet untuk tampil maksimal di setiap cabang yang dipertandingkan.
Dua medali emas berhasil dipersembahkan dari cabang olahraga takraw dan lomba dongeng. Sementara empat medali perak diraih melalui cabang media pembelajaran, voli putra, futsal, dan ikrar PGRI. Adapun satu medali perunggu disumbangkan dari cabang olahraga pickleball.
Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa guru tidak hanya mampu mengabdikan diri di ruang kelas, tetapi juga dapat berprestasi di bidang olahraga, seni, dan kompetisi ilmiah. Semangat sportivitas, kebersamaan, dan dedikasi yang mereka tunjukkan menjadi cerminan kualitas sumber daya pendidik Kabupaten Bone.
PGRI Bone berharap capaian bersejarah ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada penyelenggaraan Porsenijar PGRI di masa mendatang. Lebih dari sekadar perolehan medali, keberhasilan menembus empat besar menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan keluarga besar PGRI Bone untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Bone di tingkat provinsi. (*)


Tinggalkan Balasan