BONE — Semangat pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Bone kembali menggeliat. Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bone mulai menyosialisasikan rencana pelaksanaan turnamen bola voli terbuka antar klub yang diberi nama Turnamen Voli BerAmal Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Lapangan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang.

Turnamen ini dirancang menjadi ajang kompetisi terbuka yang tidak hanya mempertemukan klub-klub dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, tetapi juga membuka peluang bagi peserta dari luar provinsi untuk ambil bagian. Dengan konsep tersebut, PBVSI Bone berharap kejuaraan ini mampu menjadi magnet bagi pecinta bola voli sekaligus menghadirkan atmosfer persaingan yang lebih kompetitif.

Ketua PBVSI Bone, H Muslimin, mengatakan bahwa penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari program organisasi dalam mendorong perkembangan olahraga bola voli di daerah.

“Ini adalah upaya kami untuk menghadirkan kompetisi yang berkualitas sekaligus mempererat silaturahmi antarklub bola voli,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Meski demikian, Muslimin menjelaskan bahwa informasi yang beredar saat ini masih dalam tahap sosialisasi awal. Panitia pelaksana belum dibentuk secara resmi sehingga sejumlah ketentuan teknis masih akan dimatangkan melalui rapat pengurus dan panitia yang akan datang.

Di balik persiapan yang masih berlangsung, antusiasme komunitas bola voli mulai terlihat. Rencana kejuaraan terbuka ini dinilai menjadi kesempatan langka bagi para atlet untuk mengukur kemampuan mereka dalam kompetisi berskala lebih luas.

Sekretaris PBVSI Bone, Mukhlis, mengungkapkan bahwa konsep yang disiapkan mengedepankan keterbukaan bagi seluruh klub. Tidak ada pembatasan usia bagi pemain yang akan diturunkan, sementara asal daerah peserta juga tidak dibatasi.

“Pada prinsipnya kami ingin memberikan ruang kompetisi yang luas bagi klub-klub bola voli. Namun seluruh persyaratan dan regulasi teknis akan diputuskan melalui rapat pengurus dan panitia yang akan datang,” katanya.

Menurut Muhlis, klub peserta nantinya juga dimungkinkan merekrut pemain dari luar Kabupaten Bone bahkan dari luar Provinsi Sulawesi Selatan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus memberi keleluasaan kepada klub dalam menyusun kekuatan terbaiknya.

PBVSI Bone juga tengah mengkaji sejumlah aspek teknis lainnya, termasuk kemungkinan penerapan biaya pendaftaran. Berdasarkan rancangan awal, biaya registrasi diperkirakan berada pada kisaran Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per klub, meski angka tersebut masih dapat berubah sesuai hasil pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, panitia merancang kuota maksimal sebanyak 32 tim putra dan 32 tim putri. Seluruh peserta yang telah mendaftar nantinya diwajibkan mengikuti technical meeting yang jadwal dan lokasinya akan diumumkan kemudian.

Lebih dari sekadar pertandingan olahraga, turnamen ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan penonton diperkirakan dapat menghidupkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar arena pertandingan.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih sekitar dua bulan lagi, PBVSI Bone optimistis persiapan dapat berjalan maksimal. Jika mendapat sambutan luas dari klub-klub peserta, kejuaraan ini berpotensi menjadi salah satu turnamen bola voli terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Bone, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga bola voli di Sulawesi Selatan. (*)