
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Nursalam, M.Pd bersama dengan Kabid Ketenagaan Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd bersama dengan Ketua Forum MGMP Kabupaten Bone Dra. A. Ratnawati, M.Pd bersama dengan seluruh jajaran pengurus berpose bersama dengan para peserta
BONE– Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone kembali mendapat energi baru melalui pelatihan peningkatan kompetensi guru yang digelar Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan BK Kabupaten Bone. Kegiatan yang dilaksanakan dalam empat gelombang tersebut menjadi wujud komitmen komunitas guru dalam mendorong profesionalisme pendidik, khususnya bagi guru penerima tunjangan profesi dan tambahan penghasilan.
Ketua Forum MGMP dan BK Kabupaten Bone, Dra. A. Ratnawati, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara Forum-MGMP SMP Kabupaten Bone dan Dinas Pendidikan. Rancangan pelatihan dibuat terstruktur dan berkesinambungan agar mampu menjangkau lebih banyak guru tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
“Pelatihan ini disusun dalam empat gelombang karena kita ingin memastikan semua guru yang menjadi sasaran dapat terakomodasi. Sasarannya adalah guru penerima tunjangan profesi dan tambahan penghasilan,” ujar Ratnawati.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara mandiri, tanpa paksaan, serta disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing guru. “Kami ingin pelatihan ini menjadi ruang belajar yang nyaman, fleksibel, dan benar-benar menjawab kebutuhan guru. Tidak ada unsur kewajiban yang memberatkan,” tambahnya.
Sebanyak 13 MGMP mata pelajaran ditambah MGMP Koding tingkat SMP se-Kabupaten Bone terlibat dalam kegiatan ini. Untuk memastikan guru mampu mengikuti perkembangan pendidikan yang semakin dinamis, dua materi utama disiapkan:
Implementasi Kokurikuler dan Perbedaan P5
Materi ini memberikan pemahaman tentang penguatan karakter siswa serta pengayaan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Media Pembelajaran Interaktif
Guru dilatih menggunakan e-word, Canva, Assemblr EDU, serta aplikasi Evel Up untuk meningkatkan kreativitas dan interaktivitas di kelas.
Ratnawati menekankan bahwa perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus berinovasi. “Era digital menuntut guru bukan hanya mengajar, tapi juga berinovasi. Karena itu materi yang kami hadirkan mendorong guru untuk mampu memanfaatkan media interaktif dalam mengajar,” ujarnya.
Wakil Ketua I Forum MGMP Bone sekaligus Ketua MGMP IPS, Zainal Ibrahim, S.Pd., M.M, mengungkapkan bahwa Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Tahun 2025 digelar selama 15–16 dan 21–22 November 2025 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Terdapat 12 mata pelajaran yang terlibat dan pelaksanaan dibagi dalam empat gelombang agar lebih efektif.
“Tujuan utamanya jelas, yaitu meningkatkan kualitas guru. Kegiatan ini lahir dari kebutuhan dan aspirasi rekan-rekan guru di lapangan,” kata Zainal.
Ia menegaskan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Menariknya, guru hadir tanpa paksaan dan menggunakan biaya pribadi.
“Teman-teman datang dengan biaya sendiri. Tidak ada paksaan. Mereka hadir dengan penuh keikhlasan. Sampai saat ini kami tidak pernah menerima keluhan. Justru mereka sangat antusias,” tegasnya.
Menurut Zainal, kegiatan berlangsung tertib dan sukses, mencerminkan semangat guru-guru Bone dalam menyambut perubahan dan tantangan dunia pendidikan. “Alhamdulillah, kegiatan ini betul-betul berjalan sebagaimana yang diharapkan. Spirit guru-guru kita luar biasa,” ujarnya.
Wakil Ketua II Forum MGMP Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari kebutuhan nyata guru. “Intinya, kegiatan ini terlaksana atas inspirasi dan pertimbangan kebutuhan pelatihan dari teman-teman guru,” ungkapnya.
Menurut Mukhlis, pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan, sebuah tuntutan profesi yang harus dipenuhi oleh setiap guru. Proses penyelenggaraannya telah melalui berbagai rapat koordinasi, penyusunan kebutuhan tiap mata pelajaran, dan komunikasi dengan Dinas Pendidikan serta sekolah.
Pelatihan bersifat sukarela, tanpa paksaan. Pendaftaran terbuka, sehingga peserta yang hadir adalah mereka yang benar-benar memiliki “panggilan hati” untuk mengembangkan kompetensi digitalnya.
Mukhlis menekankan bahwa fokus utama pelatihan adalah media pembelajaran interaktif. Guru dikenalkan pada berbagai aplikasi dan media digital untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan sesuai tuntutan zaman.
Selain itu, guru juga dibekali materi terkait kokurikuler, aspek yang masih kurang dipahami banyak pendidik. “Banyak guru mengaku baru mendapat pencerahan tentang bagaimana melaksanakan proyek kokurikuler sesuai pedoman Kemendikbud,” ujarnya.
Mukhlis menjelaskan bahwa kegiatan tidak bisa dilakukan dalam satu hari karena banyaknya mata pelajaran yang terlibat. Total ada 10–13 mata pelajaran ditambah BK, sehingga kegiatan dibagi empat angkatan: Angkatan I: 4 mapel termasuk Bahasa Indonesia dan Matematika, Angkatan II: 4 mapel, Angkatan III: 4 mapel dan Angkatan IV: 3 mapel. Pembagian ini memastikan pelatihan berjalan maksimal tanpa mengganggu proses belajar di sekolah.
Terkait pendanaan, Mukhlis menegaskan bahwa pelatihan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah. Biaya meliputi konsumsi, narasumber, listrik, sewa gedung, hingga sertifikat. “Semua harus diperhitungkan. Dan yang menikmatinya juga peserta sendiri,” jelasnya.
Namun ia memastikan bahwa tidak ada unsur paksaan. “Kita hadir sebagai mitra pemerintah untuk mempercepat akselerasi pendidikan sehingga digelar secara mandiri. Tidak ada penekanan harus ikut,” ujarnya.
Pada akhirnya, Mukhlis menegaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan murni demi peningkatan kompetensi guru. Peserta memperoleh materi, diskusi, dan sertifikat sebagai bukti peningkatan kapasitas profesional. “Intinya, kegiatan ini terlaksana sesuai kebutuhan dan tidak ada tujuan lain selain meningkatkan kompetensi guru,” pungkasnya.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bone tidak hanya mengandalkan pemerintah. Komunitas guru menunjukkan bahwa mereka mampu bergerak mandiri, saling menguatkan, dan berkomitmen untuk terus belajar demi pendidikan yang lebih baik bagi generasi Bone. (*)



Tinggalkan Balasan