BONE — Suasana haru yang menyelimuti rumah duka almarhum Drs. Sukirman Rambe pada Sabtu (30/5/2026). Keluarga, rekan sejawat, siswa, serta masyarakat pendidikan Kabupaten Bone berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok guru yang dikenal berdedikasi dan mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan.

Drs. Sukirman Rambe, guru SMA Negeri 13 Bone, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjalani perawatan intensif. Sebelumnya, almarhum sempat mendapatkan penanganan medis di Watampone sebelum dirujuk ke Makassar.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, upacara pelepasan jenazah dilaksanakan secara resmi di rumah duka. Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, Dr. Shabiel mengenang almarhum sebagai sosok pendidik yang tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga aktif membina karakter generasi muda melalui organisasi bela diri Inkanas.

“Almarhum Drs. Sukirman Rambe adalah guru teladan. Beliau disiplin, mengabdi dengan tulus untuk siswa, dan aktif membina generasi muda melalui Inkanas. Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta Korpri Kabupaten Bone.

“Kami dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kabupaten Bone mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan pengurus Korpri Kabupaten Bone mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya guru andalan kami, guru SMA Negeri 13 Bone,” tuturnya.

Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan almarhum selama bertahun-tahun mengabdi sebagai pendidik telah meninggalkan jejak yang mendalam bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bone.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Korpri Kabupaten Bone, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama ini sebagai guru yang baik di lingkungannya. Kepada seluruh civitas akademika, mari melepas kepergian beliau dengan ikhlas,” lanjutnya.

Di balik ketegasan dan kedisiplinannya sebagai pendidik, Sukirman dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan peserta didik. Sepanjang masa pengabdiannya, ia pernah bertugas di Belopa, Kabupaten Luwu, sebelum akhirnya mengabdikan diri di Kabupaten Bone hingga akhir hayatnya.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang putri yang kini harus melanjutkan kehidupan dengan kenangan serta teladan yang telah diwariskannya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat. Sejumlah guru, siswa, dan anggota Inkanas Bone tampak memberikan penghormatan terakhir dengan penuh haru. Isak tangis keluarga dan sahabat mengiringi langkah-langkah terakhir menuju peristirahatan abadi.

Usai upacara pelepasan, jenazah diberangkatkan dan dimakamkan di Desa Maccopa, Kecamatan Awangpone. Meski raganya telah tiada, semangat pengabdian dan keteladanan Drs. Sukirman Rambe akan tetap hidup dalam ingatan para siswa, rekan sejawat, serta masyarakat pendidikan yang pernah merasakan manfaat dari dedikasinya.

Kepergian seorang guru bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, melainkan juga kehilangan bagi dunia pendidikan. Namun nilai-nilai ketulusan, disiplin, dan pengabdian yang diwariskan almarhum akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus. (*)