BONE – Deretan karya inovatif yang lahir dari tangan-tangan kreatif siswa SMP Negeri Satap 3 Barebbo menjadi magnet tersendiri dalam ajang Pameran Produk Daur Ulang Sampah Berbudaya Lingkungan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan yang berlangsung di Podium Lapangan Merdeka Watampone sejak 5 hingga 7 Juni 2026 itu menghadirkan berbagai sekolah dan komunitas peduli lingkungan, namun stan SMP Negeri Satap 3 Barebbo menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.
Tak hanya masyarakat umum, perhatian khusus juga datang dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang secara langsung mengunjungi stan sekolah tersebut. Berbagai produk dan teknologi ramah lingkungan hasil karya siswa dipamerkan sebagai bukti nyata bahwa inovasi dapat tumbuh dari sekolah yang berada jauh dari pusat kota.
Berbagai karya unggulan ditampilkan dalam pameran tersebut. Di antaranya La Bessa Le, alat pembersih sampah bergerak (mobile) yang dirancang untuk membantu proses pembersihan lingkungan secara lebih efektif. Ada pula LAPATO (Smart Green House), sebuah prototipe rumah kaca pintar yang mengintegrasikan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.
Inovasi lainnya yang tak kalah menarik adalah MAPACCING, sabun pembersih lantai yang dibuat dari limbah organik berupa sawi dan kulit jeruk. Produk yang memiliki kepanjangan Manfaatkan Pencuci Alami dari Limbah Organik ini menjadi contoh konkret bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Selain itu, siswa juga memamerkan Tempat Sampah Pintar Berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendukung pengelolaan sampah secara lebih modern. Melalui proyek LAPATO (Alat Pengontrol Otomatis Green House Go To School), para siswa berhasil menghadirkan teknologi pertanian masa depan yang menggabungkan sistem IoT dan energi otonom untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus menjadi media pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Tidak hanya fokus pada teknologi dan pengolahan limbah, SMP Negeri Satap 3 Barebbo juga menampilkan Media Kampanye Adiwiyata, Alat Pembersih Lantai, serta Smart Energy Saving, yang seluruhnya dirancang untuk mendukung terciptanya budaya sekolah yang peduli lingkungan.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan semangat inovasi para siswa. Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
“Inovasi yang dipamerkan sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Ke depan, inovasi seperti ini perlu diberi ruang untuk tampil pada ajang yang lebih besar, bahkan didorong menjadi inovasi daerah,” ujarnya saat mengunjungi stan SMP Negeri Satap 3 Barebbo.
Ia berharap berbagai inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap pameran, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga melahirkan produk yang memiliki manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Di balik lahirnya berbagai karya tersebut, terdapat sosok kepala sekolah yang konsisten menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan sekolah. Kepala SMP Negeri Satap 3 Barebbo, Mulyadi, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa latar belakang pendidikannya sebagai alumni STM Negeri 1 Ujung Pandang tahun 1993 Program Keahlian Elektronika Komunikasi menjadi salah satu faktor yang mendorong dirinya mengembangkan kreativitas peserta didik.
Ia juga pernah mengikuti program magang di Jepang pada tahun 1995 hingga 1997 di Takano Seishakusho, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Pengalaman tersebut memperkaya pengetahuannya dalam memadukan sistem elektronika dan mekanika untuk menghasilkan berbagai inovasi.
“Sepulang dari Jepang, saya melanjutkan pendidikan di STKIP Muhammadiyah Bone Jurusan Bahasa Inggris. Sambil kuliah, saya juga membuka usaha perbengkelan. Setelah menyelesaikan studi pada tahun 2007, saya mengabdi sebagai tenaga honorer di SMP Negeri Satap 3 Barebbo,” kenangnya.
Perjalanan pengabdiannya berlanjut ketika lulus CPNS pada tahun 2010 dan bertugas di SMP Negeri 4 Barebbo hingga 2017. Pada tahun yang sama, ia kembali ke SMP Negeri Satap 3 Barebbo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah dan kemudian ditetapkan secara definitif pada tahun 2019.
Di bawah kepemimpinannya, sekolah yang berada di wilayah Barebbo itu terus menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satu pencapaian terbesar adalah keberhasilan mengantarkan siswa meraih lima gelar juara nasional dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Keberhasilan SMP Negeri Satap 3 Barebbo dalam pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, sekolah tersebut terus melahirkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi bagi tantangan masa depan sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bone di tingkat nasional. (*)


Tinggalkan Balasan