BONE — Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone memastikan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan.
Kadispora Bone H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan Porprov berjalan sukses, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, penyediaan sarana dan prasarana, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Ia menjelaskan, peran pemerintah daerah dalam Porprov lebih banyak berada pada aspek dukungan kebijakan dan penyelenggaraan. Sementara hal-hal teknis terkait masing-masing cabang olahraga menjadi ranah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama cabang olahraga (cabor).
“Kalau terkait teknis dari masing-masing cabang olahraga, itu menjadi tanggung jawab KONI. Kami di pemerintah lebih kepada bagaimana memberikan dukungan agar seluruh proses Porprov bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah peran utama Dispora dalam mendukung Porprov. Pertama, pada aspek perencanaan dan kebijakan, yakni menyusun program kerja serta regulasi teknis keolahragaan bersama KONI di daerah.
Kedua, penganggaran dan pendanaan, termasuk mengusulkan serta mengelola alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung kebutuhan persiapan hingga pelaksanaan Porprov.
Ketiga, penyediaan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah melalui Dispora turut memastikan ketersediaan serta kelayakan gedung maupun arena pertandingan atau venue yang digunakan selama pelaksanaan Porprov.
Selain itu, Dispora juga berperan dalam memfasilitasi pembinaan dan pemusatan latihan daerah (Puslatda) bagi atlet yang akan memperkuat Kabupaten Bone pada ajang Porprov.
“Mana yang menjadi bagian Porprov dan mana yang menjadi bagian pembinaan cabor harus jelas. Kalau mengenai latihan dan teknis pertandingan, itu bagiannya KONI dan cabor. Tetapi pemerintah tetap memberikan dukungan yang diperlukan,” katanya.
Ia menambahkan, sukses tidaknya penyelenggaraan Porprov tidak hanya ditentukan oleh kesiapan atlet dan cabor, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
“Kalau sukses tidaknya Porprov, tentu sangat bergantung pada bagaimana peran pemerintah dalam memberikan dukungan. Mulai dari anggaran, fasilitas, sampai koordinasi. Tetapi kalau mengenai latihannya, itu memang bagiannya KONI,” jelasnya.
Untuk memastikan persiapan seluruh cabor berjalan sesuai rencana, Dispora Bone juga membentuk tim pemantau yang akan melakukan monitoring terhadap seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan mengikuti Porprov.
Tim tersebut bertugas memastikan informasi yang disampaikan masing-masing cabor kepada KONI benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemantauan mencakup jumlah atlet, jadwal latihan, lokasi latihan, hingga kesiapan masing-masing cabor.
“Kami juga di Dispora membentuk tim pemantau ke semua cabor. Tujuannya untuk memastikan apa yang disampaikan cabor kepada KONI, seperti jumlah atlet, jadwal latihan, dan tempat latihan, benar-benar valid,” ujarnya.
Dengan adanya pemantauan tersebut, Dispora berharap koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabor dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah daerah pun dapat mengetahui secara langsung kebutuhan dan kondisi persiapan atlet tanpa mengambil alih kewenangan teknis KONI.
Dispora Bone menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan cabor menjadi kunci dalam mempersiapkan kontingen Bone menghadapi Porprov. Pemerintah akan fokus pada dukungan kebijakan, anggaran, fasilitas dan koordinasi, sementara KONI bersama cabor menangani aspek teknis pembinaan serta persiapan atlet. (*)


Tinggalkan Balasan