BONE — Prestasi masuk dalam 10 besar terbaik nasional dalam tata kelola kebersihan tidak lantas membuat Pemerintah Kabupaten Bone berpuas diri. Bagi pemerintahan BerAmal, penghargaan bukanlah garis akhir, melainkan pemantik untuk terus menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Semangat itu terlihat dari aktivitas Bupati Bone yang kembali turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebersihan di sejumlah wilayah kelurahan di Kecamatan Kota Watampone.

Dalam dua hari berturut-turut, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada kondisi lingkungan masyarakat. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sidak kebersihan menyasar sejumlah kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang. Sehari berselang, Minggu, 11 Oktober 2026, kegiatan serupa dilanjutkan di wilayah Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Bupati Bone adalah Kelurahan Lonrae. Kelurahan yang berada di kawasan pesisir timur Bone ini memiliki karakter wilayah yang cukup kompleks. Selain dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kepadatan penduduk, Lonrae juga bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Di tengah aktivitas warga, Bupati Bone menyapa masyarakat, Satgas Kebersihan, para kepala lingkungan, serta jajaran pemerintah kelurahan dan kecamatan. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu bukan sekadar untuk melihat kondisi kebersihan dari dekat. Ada pesan yang ingin terus ditanamkan: kebersihan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar persiapan ketika penilaian akan berlangsung.

Bupati Bone menegaskan, sidak tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong sekaligus menjaga kondisi lingkungan menghadapi penilaian pada pekan berjalan.

Namun, lebih dari sekadar penilaian, pemerintah daerah ingin membangun budaya “Beradipura” yang hidup dan dilakukan masyarakat setiap hari.

“Beradipura” bukan hanya tentang bagaimana sebuah wilayah terlihat bersih ketika akan dinilai. Budaya itu diharapkan menjadi kebiasaan bersama, sehingga masyarakat tetap menjaga lingkungan dalam kondisi terbaik meskipun tidak ada tim penilai yang datang.

Karena itu, masyarakat diajak mempertahankan kondisi lingkungan yang paripurna setiap hari. Bagi pemerintah daerah, menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan lingkungan tetap bersih, sehat dan nyaman.

Dari pesisir Lonrae, pesan tersebut kembali digaungkan: lingkungan yang bersih bermula dari rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Upaya menciptakan lingkungan yang sehat di Bone juga tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Pemerintah daerah mendorong Gerakan Pemanfaatan Pekarangan Rumah sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas keluarga.

Pekarangan rumah tidak harus dibiarkan kosong. Lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman maupun memelihara ternak, baik ternak kecil maupun ternak besar sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.

Gerakan tersebut membawa pesan sederhana: halaman rumah dapat menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan baik. Tanaman yang tumbuh di pekarangan bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan keluarga. Begitu pula dengan pemeliharaan ternak yang dapat menjadi bagian dari aktivitas produktif masyarakat.

Dengan demikian, gerakan kebersihan dan pemanfaatan pekarangan berjalan beriringan. Lingkungan ditata agar bersih, sementara ruang yang tersedia dimanfaatkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bagi Bone, masuknya daerah ini dalam 10 besar terbaik nasional dalam tata kelola kebersihan menjadi sebuah capaian yang patut disyukuri. Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkannya.

Sidak yang dilakukan Bupati Bone di berbagai kelurahan menjadi pengingat bahwa kebersihan bukan agenda musiman. Dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya, dari pusat kota hingga kawasan pesisir, budaya “Beradipura” terus didorong agar tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat. Sebab, Bone yang bersih dan sehat tidak hanya dibangun untuk memenangkan sebuah penilaian, tetapi untuk diwariskan sebagai kualitas hidup sehari-hari bagi seluruh masyarakat. (*)