BONE – Optimisme tinggi mengiringi langkah kontingen Kabupaten Bone menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026. Tak sekadar ingin bersaing, Bone memasang ambisi besar untuk merebut gelar juara umum pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Semangat itu mengemuka dalam pengukuhan atlet dan pelepasan kontingen Kabupaten Bone yang berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bersama Wakil Ketua TP PKK Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd dan Jajaran Pengurus KONI Bone yang diketuai oleh Drs. Asiswa Karim.
Porprov XVIII Sulsel 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 dengan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah. Momentum ini menjadi kesempatan bagi Bone untuk membuktikan kapasitasnya, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai daerah yang berambisi mengukir prestasi tertinggi.
Ketua Kontingen Porprov XVIII Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., dalam laporannya mengungkapkan, kontingen Bone diperkuat sebanyak 1.148 orang yang terdiri atas 762 atlet serta 386 pelatih dan ofisial.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 745 orang akan bertanding maupun bertugas di Kabupaten Bone, sedangkan 403 lainnya ditempatkan di Kabupaten Wajo.
Kontingen Bone akan ambil bagian dalam 42 cabang olahraga. Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan di Bone dan 16 cabang olahraga di Wajo, termasuk empat cabang olahraga ekshibisi, yakni pickleball, lari trail, soft tenis, dan ORADO.
Menurut Edy, persiapan kontingen telah dilakukan secara bertahap melalui sinergi pemerintah daerah, panitia, dan KONI. Tim pemantau cabang olahraga bahkan telah dibentuk sejak Juni 2025 dan kembali diformulasi pada 2026 guna memastikan kesiapan atlet sekaligus mengawal seluruh cabang olahraga hingga kompetisi berakhir.
“Pada umumnya, seluruh cabang olahraga telah melaksanakan pemusatan latihan sejak awal Oktober 2026. Kami juga terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar kesiapan atlet, pelatih, serta ofisial benar-benar maksimal saat menghadapi pertandingan,” jelas Edy.
Tak hanya fokus pada kesiapan teknis, berbagai kebutuhan pendukung kontingen juga telah dipersiapkan. Mulai dari perizinan atlet dan ofisial, seragam defile, perlengkapan pertandingan, transportasi hingga akomodasi, seluruhnya dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Keseriusan tersebut tidak lepas dari keinginan Bone memperbaiki capaian prestasi pada dua edisi Porprov sebelumnya.
Pada Porprov XVI di Pinrang 2018, Bone berhasil mengoleksi 27 medali emas dan menempati posisi empat besar. Sementara pada Porprov XVII di Sinjai-Bulukumba 2022, Bone kembali mempertahankan prestasinya dengan raihan 26 medali emas.
Kini, kontingen Bone datang dengan ambisi yang lebih besar. Target 92 medali emas dan menembus posisi dua besar menjadi sasaran yang telah ditetapkan.
“Target 92 medali emas ini merupakan hasil dari persiapan dan evaluasi yang telah dilakukan. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Bone agar para atlet dapat berjuang maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik,” ungkap Edy.
Namun, bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, target tersebut bukanlah batas maksimal yang harus membatasi semangat para atlet. Ia justru menantang seluruh kontingen untuk berani memasang ambisi lebih tinggi, bahkan merebut posisi puncak klasemen.
Bupati Tantang Atlet Tembus Target, Jangan Puas di Posisi Kedua
Dalam arahannya, Andi Asman menegaskan bahwa atlet Bone harus memiliki mental juara dan keberanian untuk mengejar hasil terbaik. Menurutnya, target 92 medali emas harus menjadi motivasi awal, bukan angka yang membuat perjuangan berhenti.
“Seperti yang disampaikan Ketua Kontingen tadi, target 92 medali emas. Saya berharap jangan hanya 92, kalau bisa semuanya. Begitu juga target posisi kedua, jangan berhenti di urutan kedua. Kita harus berjuang untuk menjadi yang pertama,” tegasnya yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.
Ia menekankan, keberhasilan dalam kompetisi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekompakan tim, semangat juang, serta konsentrasi dalam menghadapi setiap pertandingan.
“Semangat itu mengalahkan segalanya. Kekompakan adalah kunci, sementara konsentrasi menjadi penentu kemenangan. Karena itu, jaga kebersamaan dan fokus pada setiap pertandingan,” pesannya.
Selain mengejar prestasi, Bupati juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi profesionalisme dan sportivitas. Setiap pertandingan harus dijalani dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengedepankan nilai-nilai fair play.
“Bertandinglah secara profesional dan sportif. Tanamkan dalam diri bahwa saya adalah atlet yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bone. Bawa nama daerah ini dengan penuh kebanggaan dan berikan kemampuan terbaik,” tandasnya.
Pengukuhan dan pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Kontingen Kabupaten Bone. Prosesi tersebut disaksikan unsur Forkopimda Bone, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, kepala bagian, jajaran pengurus KONI, ketua cabang olahraga, pelatih, atlet, ofisial, serta tamu undangan lainnya.
Dengan kekuatan 762 atlet, persiapan yang telah dimatangkan, serta dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat, Bone kini bersiap menjawab tantangan Porprov XVIII Sulsel 2026.
Target 92 medali emas menjadi pijakan, tetapi pesan Bupati Andi Asman telah memberi arah yang lebih besar: Bone tidak sekadar ingin menjadi peserta terbaik, melainkan ingin berdiri di puncak sebagai juara umum. (*)


Tinggalkan Balasan