BAREBBO – Dalam upaya membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan, seluruh guru dan pegawai UPT SMPN 2 Barebbo mengikuti kegiatan Pembinaan Mental yang menghadirkan narasumber Drs. H. Muh. Tahir Arfah, M.Pd yang diselenggarakan di Cafe Alfin Jl. Yos Sudarso Kelurahan Tibojong Kecamatan Tanete Riattang Timur Minggu, 01 November 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk kembali memahami hakikat pengabdian sebagai seorang guru, tidak hanya dalam menjalankan tugas profesional, tetapi juga dalam membangun akhlak dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Dalam pemaparannya, Drs. H. Muh. Tahir Arfah, M.Pd. menegaskan bahwa menjadi seorang guru harus diawali dengan nawaitu atau niat yang tulus. Menurutnya, niat merupakan landasan utama dalam menjalankan tugas pendidikan agar setiap pekerjaan yang dilakukan bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
Ia juga mengajak para guru untuk senantiasa merenungkan bagaimana menjalankan amanah profesi dengan baik sehingga gaji yang diterima benar-benar menjadi rezeki yang berkah. Hal tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui tanggung jawab, keikhlasan, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas.
Selain itu, narasumber menyoroti pentingnya menjaga karakter dan etika dalam lingkungan kerja. Kebiasaan membicarakan keburukan sesama rekan guru atau bergosip merupakan perilaku yang harus dihindari karena dapat merusak hubungan persaudaraan dan keharmonisan di lingkungan sekolah.
Persoalan kedisiplinan juga menjadi salah satu perhatian utama. Guru diharapkan mampu melaksanakan tugas pokok maupun tugas tambahan yang diberikan kepala sekolah dengan penuh tanggung jawab. Setiap amanah harus dijalankan secara profesional, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Dalam aspek pembinaan spiritual, ia turut menekankan pentingnya kesadaran melaksanakan salat berjamaah bersama siswa. Guru harus mampu menjadi teladan dalam praktik kehidupan beragama, sebab pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diperlihatkan melalui tindakan nyata.
Ia juga mengingatkan agar setiap guru lebih fokus pada tugas dan tanggung jawabnya, tidak terlalu mencampuri urusan yang bukan menjadi kewenangannya. Dengan demikian, energi dan perhatian dapat diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang guru sesungguhnya dapat dilihat dari kemampuannya meningkatkan pengetahuan dan kualitas anak didiknya. Guru yang berhasil bukan hanya mereka yang hadir di ruang kelas, melainkan mereka yang mampu membawa perubahan positif bagi perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 2 Barebbo, Hj. Musliha, S.S., S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan pembinaan mental ini merupakan salah satu upaya membangun mental dan karakter guru serta pegawai agar semakin beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh keluarga besar UPT SMPN 2 Barebbo.
Ia berharap, melalui pembinaan ini, seluruh guru dan pegawai semakin solid, saling menghargai, menjaga kebersamaan, serta memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap mental dan spiritual guru serta pegawai semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, religius, disiplin, dan penuh rasa kekeluargaan,” demikian semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Pembinaan mental ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang introspeksi untuk memperbaiki diri, memperkuat komitmen pengabdian, dan meneguhkan kembali peran guru sebagai pendidik sekaligus teladan bagi generasi penerus bangsa.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman, keluarga besar UPT SMPN 2 Barebbo diharapkan semakin kokoh dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkarakter, berkualitas, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik. (*)


Tinggalkan Balasan