SURABAYA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi menggelar Media Gathering Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) 2026 di DoubleTree by Hilton Surabaya, Senin–Selasa (2–3 November 2026).
Mengusung tema “Beyond the Headlines, Membangun Energi, Menguatkan Kolaborasi”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan, membangun kepercayaan, serta memperkuat sinergi antara industri hulu migas dan insan pers, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Ketua Panitia, M. Anugerah Lukytha, dalam laporannya menyampaikan bahwa Media Gathering Kalsul 2026 bukan sekadar agenda pertemuan dan silaturahmi, melainkan diharapkan menjadi tonggak penguatan kolaborasi antara industri hulu migas dengan insan media dalam mendukung penyampaian informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Mewakili seluruh panitia, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Wisnu Wardhana, serta Agatha Citara yang mewakili Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pimpinan dan General Manager KKKS Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, para narasumber, serta seluruh pimpinan organisasi media dan insan pers yang hadir dari berbagai daerah.
Di antaranya Ketua PWI Kaltim, Ketua PWI Tabalong, Ketua PWI Banggai, Ketua PWI Tarakan, Ketua PWI Berau, Ketua JMSI Kaltim, Ketua Bidang Kajian dan Litbang PWI Pusat, Ketua IWO Kabupaten Wajo, Pemimpin Redaksi Bontang Pos, Ketua JMSI Kaltara, serta Kepala Biro Antara Kaltara.
Menurut Lukytha, di tengah derasnya arus informasi saat ini, tantangan dunia media tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada aspek akurasi, keberimbangan, serta nilai dan manfaat informasi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, media memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar menyampaikan berita. Media turut membentuk persepsi publik, membuka ruang dialog, mengawal kepentingan masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, industri hulu migas, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
“Hubungan antara perusahaan dan media bukan sekadar hubungan antara pemberi dan penerima informasi. Lebih dari itu, merupakan kemitraan strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,” demikian disampaikan dalam laporan ketua panitia.
Ia juga menyoroti karakteristik wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang memiliki kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, serta potensi ekonomi yang terus berkembang. Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, tepat, transparan, dan dapat dipercaya.
Karena itu, forum Media Gathering diharapkan menjadi ruang komunikasi dua arah. Tidak hanya untuk memperkenalkan program dan aktivitas perusahaan, tetapi juga mendengarkan aspirasi insan media, memahami perspektif publik, bertukar gagasan, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, mengatakan Media Gathering 2026 memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan dan membangun kepercayaan antara industri hulu migas dengan insan pers.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi antara industri dan masyarakat. Terlebih, kegiatan industri hulu migas merupakan proses panjang dan kompleks yang membutuhkan pemahaman menyeluruh.
Mulai dari survei seismik, eksplorasi, pengeboran, pengembangan lapangan, hingga produksi minyak dan gas bumi. Setiap tahapan tersebut memiliki tantangan dan proses tersendiri yang perlu dipahami agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih komprehensif dan berimbang.
Melalui kegiatan ini, para jurnalis diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai industri hulu migas, termasuk berbagai aktivitas operasional yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Selain materi mengenai industri hulu migas, kegiatan ini juga menghadirkan pembekalan tentang komunikasi efektif, personal branding, dan kreativitas. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta memperkaya wawasan insan pers dalam menjalankan tugas dan aktivitas profesionalnya.
Haryanto juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk berdiskusi secara terbuka, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang lebih kuat.
Ia berharap sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan insan pers dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung keberlangsungan industri hulu migas, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Perkuat Kapasitas dan Wawasan Insan Pers
Dalam rangkaian kegiatan Media Gathering Kalsul 2026, panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten untuk memberikan wawasan dan pembekalan kepada para peserta.
Pada sesi pertama, Managing Director Petromindo, Alexander Ginting, dijadwalkan menyampaikan materi bertajuk “Mengenal Hulu Migas dari Dekat: Mulai dari Survei Seismik Hingga Produksi Minyak dan Gas”.
Materi ini memberikan gambaran mengenai proses bisnis industri hulu migas, mulai dari tahapan awal pencarian sumber daya hingga proses produksi minyak dan gas bumi.
Selanjutnya, Putri Soehendro dari Specta Educated membawakan materi bertema “Effective Communication, Personal Branding, and Creativepreneurship”. Sesi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi, membangun citra profesional, serta mendorong kreativitas dan inovasi insan media.
Kegiatan juga menghadirkan Elena Zahnas selaku psikolog yang turut memberikan perspektif mengenai pengembangan diri dan aspek psikologis dalam mendukung kapasitas profesional peserta.
Memasuki hari kedua, Selasa (3 November 2026), rangkaian Media Gathering Kalsul 2026 dilanjutkan dengan kegiatan outbound. Aktivitas ini dirancang untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarpeserta, serta menumbuhkan semangat kerja sama dan kolaborasi.
Melalui penyelenggaraan Media Gathering Kalsul 2026, SKK Migas dan KKKS berharap hubungan kemitraan dengan insan pers tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi kolaborasi yang produktif, terbuka, dan berkesinambungan.
Semangat “Beyond the Headlines, Membangun Energi, Menguatkan Kolaborasi” menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor energi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk insan media yang berperan penting dalam menghadirkan informasi akurat, edukatif, dan terpercaya bagi masyarakat. (*)


Tinggalkan Balasan