BONE — Suasana hangat dan penuh optimisme mewarnai Ruang Gubernur di Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis (25/6/2026), saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menerima audiensi jajaran Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makassar yang dipimpin oleh Tazdi Anugrah. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mendorong pemberdayaan Usaha Mikro (UMi) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bone.

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone, Hamzah Sunusi. Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis yang menyoroti berbagai peluang kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, keberadaan UMKM dan pelaku usaha mikro menjadi salah satu fondasi utama penggerak ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, PNM menjelaskan berbagai program pemberdayaan yang selama ini telah dijalankan. Tidak hanya memberikan akses modal usaha, PNM juga menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan kepada para nasabah, khususnya perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha mikro. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Melalui program PNM Mekaar Syariah, ribuan perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka secara bertahap. Sementara itu, program ULaMM dan ULaMM Syariah hadir untuk mendukung pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan dan penguatan kapasitas usaha agar mampu naik kelas.

Pimpinan Cabang PNM Makassar, Tazdi Anugrah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini PNM Cabang Makassar telah melayani sebanyak 370.570 perempuan prasejahtera melalui program PNM Mekaar Syariah serta 1.356 pelaku UMKM melalui program ULaMM dan ULaMM Syariah di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bone.

Angka tersebut menunjukkan besarnya jangkauan program pemberdayaan yang telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar penyaluran modal, program ini menjadi instrumen untuk membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di tingkat akar rumput.

Bupati Bone menyambut positif berbagai inisiatif yang dijalankan PNM. Menurutnya, penguatan akses permodalan yang dibarengi dengan pendampingan usaha merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bone sangat mendukung program-program yang memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya perempuan prasejahtera dan UMKM. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Bone.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah upaya meningkatkan daya saing daerah, penguatan sektor UMKM menjadi agenda penting yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.

Audiensi ini pun menjadi titik awal penguatan kerja sama yang lebih luas antara Pemkab Bone dan PNM. Kedua pihak bersepakat untuk terus membangun sinergi dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan akses pembiayaan, pendampingan, serta peluang untuk berkembang secara mandiri.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, harapan besar pun tumbuh agar semakin banyak masyarakat Bone yang mampu mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, serta berkelanjutan. (*)