MAGELANG – Ratusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang tampak antusias mengikuti kuliah umum yang disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.. Mengusung tema Motivasi dan Pengembangan Diri Mahasiswa dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional, kuliah umum ini tidak hanya membahas pembangunan sektor pertanian, tetapi juga menghadirkan kisah hidup yang menginspirasi tentang kerja keras, disiplin, dan tekad dalam meraih kesuksesan.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Raden Hermawan, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Bone menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari seorang pemimpin daerah yang berhasil membangun sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengalaman dan dedikasi yang dimiliki Bupati Bone merupakan bekal berharga bagi generasi muda yang sedang dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.

Di hadapan para mahasiswa, H. Andi Asman Sulaiman membuka kisah hidupnya dengan penuh kesederhanaan. Ia menceritakan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan di kaki gunung, tepatnya di Bakunge, Sulawesi Selatan, dari keluarga yang sederhana. Kehidupan yang penuh keterbatasan justru menjadi tempat ia belajar tentang arti kedisiplinan, kerja keras, dan kejujuran yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil.

“Semua yang kami raih hari ini berawal dari pendidikan karakter di rumah. Orang tua selalu mengajarkan disiplin, kerja keras, dan kejujuran. Nilai-nilai itulah yang mengantarkan keluarga kami hingga ada yang dipercaya menjadi Menteri dan Gubernur,” ungkapnya disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Perjalanan kariernya pun menjadi bukti bahwa ketekunan akan selalu menemukan jalannya. Saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, ia mengaku mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk memajukan sektor pertanian. Dedikasi tersebut membuahkan berbagai penghargaan tingkat nasional yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Meski kini mengemban amanah sebagai Bupati Bone, kecintaannya terhadap dunia pertanian tidak pernah surut. Baginya, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kemandirian bangsa. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Bone berhasil mencatatkan prestasi sebagai penghasil beras terbesar kelima di Indonesia dengan produksi mencapai 524.589 ton.

Bupati Bone juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi wirausahawan di bidang pertanian. Menurutnya, pertanian modern harus dikelola dengan semangat inovasi, kreativitas, dan keberanian menciptakan nilai tambah agar mampu bersaing di era global.

Salah satu inovasi yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bone adalah program P2S yang dikembangkan di Desa Lampoko. Program tersebut berhasil menarik perhatian pemerintah pusat hingga memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di sektor pertanian.

Rentetan prestasi Kabupaten Bone semakin memperkuat komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2022, Bone menerima penghargaan sebagai daerah penghasil beras terbesar kelima secara nasional. Prestasi tersebut kembali diperkuat pada Januari 2026 ketika Kabupaten Bone memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas keberhasilannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Keberhasilan sektor pertanian juga berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pada Semester I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone meningkat signifikan menjadi 7,84 persen, naik dari 5,4 persen pada tahun-tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan pertanian mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir kuliah umum, H. Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang untuk tidak pernah ragu bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, berinovasi, dan menjaga integritas.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menjadikan pertanian sebagai sektor yang maju, mandiri, dan membanggakan. Jadilah agen perubahan yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga mampu berkontribusi mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional,” pesannya.

Kuliah umum tersebut menjadi lebih dari sekadar forum akademik. Bagi para mahasiswa, kisah perjalanan hidup Bupati Bone menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, disiplin, dan keberanian berinovasi. Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda untuk membawa pertanian Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan. (*)