BONE– Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Bone di Tanah Suci. Di tengah harapan dan doa yang mengiringi keberangkatan menuju ibadah haji, satu perjalanan justru berakhir lebih cepat di Kota Madinah.
Caming Sade Sakka, jemaah haji asal Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone yang tergabung dalam Kloter UPG 03, dilaporkan wafat di Madinah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026).
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi sesama jemaah dan masyarakat Kabupaten Bone yang turut mengiringi keberangkatannya menuju Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Berdasarkan informasi resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter UPG 03, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di Saudi German Hospital (SGH) Madinah. Perawatan itu dilakukan kurang dari 24 jam setelah dirinya tiba di Arab Saudi.
Hari-hari yang seharusnya menjadi awal perjalanan spiritual di Tanah Suci berubah menjadi perjuangan melawan kondisi kesehatan yang terus menurun. Selama lebih dari dua pekan, tim medis melakukan penanganan intensif sebelum almarhum dipindahkan ke Mouwasat Hospital Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Namun takdir berkata lain. Pada Senin pagi pukul 09.10 Waktu Arab Saudi, Caming Sade Sakka mengembuskan napas terakhirnya di ruang Coronary Care Unit (CCU) Mouwasat Hospital Madinah. Kabar wafatnya segera diterima oleh pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, H. Muhammad Rafi As’ad, membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan duka cita atas wafatnya salah satu jemaah haji asal Bone yang tengah menunaikan panggilan suci.
“Kabar wafatnya almarhum barusan kami terima dari PPIH Kloter UPG 03. Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kementerian Haji dan Umrah Bone turut menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Keberangkatan almarhum bersama rombongan jemaah haji asal Bone melalui Embarkasi Makassar pada musim haji 2026 sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju impian umat Muslim: menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Kini, perjalanan itu telah usai di Madinah kota yang menjadi saksi jejak spiritual jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Bagi keluarga, kepergian ini meninggalkan duka. Namun bagi banyak orang, wafat di Tanah Suci juga menjadi pengingat tentang akhir perjalanan manusia yang datang tanpa dapat diprediksi, bahkan saat sedang memenuhi panggilan ibadah. Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. (*)


Tinggalkan Balasan