KALIMANTAN– Di tengah geliat industri energi nasional, langkah Pemerintah Kabupaten Bone memasuki babak baru. Senin, 20 April 2026, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM tiba untuk memenuhi undangan khusus dari SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi untuk menghadiri Workshop Kegiatan Usaha Hulu Migas di Balikpapan.
Bertempat di Hotel Pentacity Balikpapan, forum ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bone dan Wajo. Namun kehadiran Bupati Bone terasa istimewa bukan sekadar peserta, melainkan bagian penting dari arah baru pengembangan energi di Sulawesi Selatan.
Undangan khusus tersebut tak lepas dari langkah konkret yang telah diambil sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Bone bersama Energy Equity Epic Sengkang (EEES) telah menandatangani Kontrak Kerja Sama Nomor 008/SKKMIGAS-EEES/III/2026 pada 6 Maret 2026.
Kesepakatan ini menjadi pintu masuk investasi hulu migas bernilai besar bahkan diproyeksikan mencapai ratusan miliar rupiah. Sebuah angka yang bukan hanya menjanjikan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang transformasi daerah.
Rencana pengeboran di Bone ditargetkan mulai pertengahan tahun. Namun, langkah ini tetap berpijak pada kehati-hatian, terutama terkait status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Pihak KKKS menegaskan bahwa setiap pengalihan lahan akan mengikuti regulasi ketat. Bahkan, skema penggantian lahan sawah dua hingga tiga kali lipat menjadi jaminan, sebagaimana praktik yang telah berhasil diterapkan di Kabupaten Wajo.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyambut peluang ini dengan optimisme yang terukur. Baginya, kehadiran SKK Migas dan KKKS bukan sekadar proyek industri, melainkan momentum kebangkitan ekonomi daerah.
“Ini adalah investasi luar biasa yang nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Tentu akan berdampak positif bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat seluruh proses administrasi, termasuk urusan LP2B di Kementerian Pertanian. Komunikasi langsung dengan pihak kementerian pun telah dilakukan demi mempercepat verifikasi dan rekomendasi.
Namun fokus utamanya tetap pada masyarakat. Dengan sekitar 4.000 kepala keluarga masih tergolong kurang mampu, proyek ini diharapkan menjadi jalan keluar nyata.
“Kami berharap tenaga kerja lokal bisa direkrut, dilatih, dan diberdayakan. Jika dibutuhkan pelatihan, kami siap mendukung,” tegasnya.
Workshop ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah titik temu antara kebijakan, investasi, dan harapan masyarakat. Dari ruang-ruang diskusi di Balikpapan, arah pembangunan Bone mulai digambar ulang dengan energi sebagai salah satu penggeraknya.
Kini, harapan itu dibawa pulang. Dari undangan khusus, menuju peluang besar. Dari Balikpapan, untuk masa depan Bone. (*)


Tinggalkan Balasan