BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM meresmikan Launching dan Soft Opening Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bone, Sabtu, 26 September 2026.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bone bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman Sulaiman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone menegaskan bahwa keberadaan Galeri Dekranasda tidak boleh hanya menjadi tempat memajang produk, tetapi harus benar-benar difungsikan sebagai pusat promosi, pemasaran, dan pengembangan produk unggulan masyarakat Kabupaten Bone.
Bupati meminta agar seluruh hasil kerajinan, makanan olahan, maupun produk yang dihasilkan masyarakat dan pemerintah desa dapat dipromosikan melalui galeri tersebut.
“Saya minta kita yang berada di sini dapat membagikan seluruh hasil kerajinan, makanan, atau apa yang diproduksikan oleh desa. Semua ini harus bisa kita pasarkan,” tegasnya.
Menurut Bupati, pemasaran menjadi salah satu kunci utama agar produk masyarakat dapat berkembang. Karena itu, ia mendorong adanya strategi pemasaran yang lebih aktif, termasuk melalui toko bergerak atau mobil toko keliling yang dapat mendekatkan produk kepada konsumen.
Ia juga meminta agar para pengurus tidak merasa malu untuk menjual dan mempromosikan produk lokal.
“Jangan kita malu menjual. Kita harus mempromosikan ini. Siapa yang paling kuat menjual, siapa yang paling serius menjual, itu yang membawa nama Kabupaten Bone,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya memperhatikan omzet dan tingkat penjualan produk. Menurutnya, keberadaan galeri harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha dan masyarakat.
Selain memasarkan produk secara langsung, Bupati mendorong adanya kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku UMKM. Produk dapat dititipkan di galeri sehingga masyarakat yang datang dapat memperoleh berbagai produk khas Bone di satu tempat.
Ia mencontohkan produk kerajinan seperti Songkok Pacca, berbagai jenis kerajinan tradisional, makanan olahan, serta produk unggulan lainnya agar dapat menjadi ikon yang mudah ditemukan masyarakat maupun para tamu yang berkunjung ke Bone.
“Ketika ada yang bertanya di mana tempat mencari produk-produk ini, maka di sinilah tempatnya. Galeri ini harus menjadi ikon,” katanya.
Dalam hal mekanisme penjualan, Bupati juga membuka peluang agar produk milik pelaku usaha dapat dipasarkan melalui galeri dengan sistem yang saling menguntungkan. Harga produk yang dijual di galeri diharapkan tetap sejalan dengan harga di tempat asalnya, sehingga keberadaan galeri tidak menimbulkan persaingan harga yang tidak sehat.
Bupati juga mendorong pemerintah daerah untuk melihat kemungkinan pemberian dukungan atau subsidi terhadap produk tertentu yang menjadi unggulan daerah.
Selain fungsi pemasaran, Bupati meminta Galeri Dekranasda dihidupkan sebagai tempat aktivitas pengurus dan pusat informasi produk unggulan daerah.
Ia menginstruksikan agar para pengurus Pokja dapat memanfaatkan galeri secara bergiliran. Bahkan, Bupati mengusulkan agar Pokja I, II, III dan IV memiliki jadwal berkantor di galeri pada hari-hari tertentu, sementara akhir pekan dapat dimanfaatkan oleh pengurus harian.
“Jadi saya minta supaya ibu-ibu pengurus berkantor di sini. Pokja I hari Senin, Pokja II hari Selasa, Pokja III hari Rabu, Pokja IV hari Kamis, kemudian Jumat, Sabtu dan Minggu sekretariat pengurus harian yang berkantor,” jelasnya.
Bupati juga meminta agar kecamatan turut mengambil peran dalam pengelolaan dan promosi produk. Menurutnya, galeri harus menjadi tempat masyarakat mencari informasi mengenai berbagai produk unggulan dari desa dan kecamatan di Kabupaten Bone.
Untuk mendukung hal tersebut, ia mendorong pemasangan papan informasi dan berbagai contoh produk, termasuk pakaian adat dan kerajinan khas daerah.
“Kalau perlu diberikan papan-papan informasi. Misalnya ada informasi tentang pakaian adat. Kalau perlu bekerja sama dengan pimpinan di sini untuk menampilkan produk-produk yang dibuat masyarakat,” katanya.
Tidak hanya sebagai pusat penjualan, Bupati juga menginginkan galeri memiliki ruang yang nyaman bagi masyarakat maupun tamu pemerintah daerah. Salah satunya dengan menyediakan tempat untuk menikmati kopi dan produk olahan lokal.
Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadikan Galeri Dekranasda sebagai ruang interaksi sekaligus tempat memperkenalkan produk lokal kepada para tamu yang datang ke Kabupaten Bone.
Di hadapan para pengurus dan pihak terkait, Bupati kembali menegaskan bahwa seluruh perangkat yang terlibat dalam pengelolaan galeri harus memiliki komitmen yang sama untuk memajukan produk masyarakat.
“Kita ini alat untuk bisa mendapatkan pendapatan bagi daerah. Kita ini alat. Jangan ada yang dipikirkan lagi selain bagaimana produk ini dipasarkan,” tegasnya.
Bupati meminta seluruh pengurus bekerja secara terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan komitmen, koordinasi dan kerja bersama agar Galeri Dekranasda benar-benar mampu menjadi sarana promosi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan perajin di Kabupaten Bone.
“Kalau mau membangun negeri ini, membangun daerah, tidak ada cara lain selain bekerja bersama dan punya komitmen,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Galeri Dekranasda tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap berbagai produk unggulan masyarakat tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah. (*)


Tinggalkan Balasan