BONE– Di tengah suasana menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pelataran Taman Arung Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2026), tidak sekadar menjadi ruang perayaan. Di tempat itu, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana, tetapi bermakna: kebersamaan dan kepedulian kepada sesama.

Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti A. Akmal, S.P., hadir dalam kegiatan Semarak Kemerdekaan yang digelar oleh media online BoneTerkini.com dan SukaSulsel.com bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone, dengan dukungan berbagai pihak.

Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat. Jurnalis, pelaku UMKM, marbot masjid, penyandang disabilitas, pemerintah, lembaga zakat dan sejumlah pihak lainnya hadir dalam satu momentum untuk menyambut hari kemerdekaan.

Namun, semarak itu tidak berhenti pada suasana perayaan. Sebanyak 50 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari jumlah tersebut, 25 paket diperuntukkan bagi marbot masjid dan 25 paket lainnya disalurkan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Bone.

Bagi penerima, paket sembako tersebut mungkin terlihat sederhana. Tetapi di balik bantuan itu terselip pesan tentang perhatian dan kepedulian—bahwa kemerdekaan semestinya menghadirkan rasa hadir dan dihargai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menilai peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum kemerdekaan justru menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kepedulian, kebersamaan dan semangat berbagi. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima,” ujar Andi Akmal Pasluddin.

Ia memandang keterlibatan penyandang disabilitas, pelaku UMKM, jurnalis hingga marbot masjid dalam kegiatan tersebut sebagai gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal sekat.

Kemerdekaan, kata dia, harus dapat dirasakan oleh semua. Bukan hanya dalam bentuk kebebasan dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan dukungan.

Di titik inilah kolaborasi menjadi penting. Andi Akmal mengapresiasi BoneTerkini.com, SukaSulsel.com, Baznas Bone serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sinergi antara media, pemerintah, lembaga zakat dan berbagai elemen masyarakat dinilainya sebagai bentuk kolaborasi positif untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menghadirkan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Suasana kegiatan pun berlangsung hangat. Silaturahmi dan interaksi antarunsur masyarakat berpadu dengan aksi sosial yang menjadi bagian utama Semarak Kemerdekaan.

Bagi para marbot masjid, bantuan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga aktivitas dan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Sementara bagi penyandang disabilitas, bantuan itu menjadi pengingat bahwa mereka merupakan bagian penting dari kehidupan sosial Kabupaten Bone.

Semarak Kemerdekaan akhirnya bukan hanya tentang panggung, perayaan, atau kemeriahan menjelang 17 Agustus. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan wajah lain dari peringatan kemerdekaan: wajah kepedulian.

Dari pelataran Taman Arung Palakka, pesan sederhana itu kembali ditegaskan—bahwa mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dengan sesuatu yang besar. Terkadang, kemerdekaan hadir melalui sebungkus sembako yang diberikan dengan tulus, sebuah perhatian yang diberikan tepat waktu, dan kebersamaan yang membuat seseorang merasa tidak berjalan sendirian.

Semangat berbagi inilah yang diharapkan terus tumbuh di Kabupaten Bone. Sebab, ketika berbagai pihak bergerak bersama, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berubah menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari perayaan menuju kepedulian, dari seremoni menuju aksi nyata. Itulah semangat yang terasa dalam Semarak Kemerdekaan di Taman Arung Palakka—sebuah cara sederhana untuk memaknai 81 tahun Indonesia merdeka. (*)