BONE– Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan makanan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Bagi Penjamah Makanan Lapas/Rutan yang diselenggarakan di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng, Rabu (22/7).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Rutan Kelas IIB Watansoppeng bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng tersebut diikuti oleh petugas pengelola makanan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, termasuk Lapas Kelas IIA Watampone. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng. Materi yang diberikan meliputi kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan, sanitasi lingkungan dan peralatan, higiene perorangan, hingga tahapan proses produksi pangan siap saji yang sesuai dengan standar kesehatan.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan guna memastikan makanan yang disajikan kepada warga binaan memenuhi aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman peserta setelah menerima seluruh materi.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa pemenuhan hak warga binaan atas makanan yang layak tidak hanya berkaitan dengan kecukupan gizi, tetapi juga harus didukung oleh proses pengolahan yang memenuhi standar keamanan pangan.

“Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi petugas kami dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan makanan. Kami berkomitmen menerapkan seluruh materi yang diperoleh, mulai dari peningkatan higiene perorangan, sanitasi lingkungan dapur, hingga pengawasan terhadap setiap tahapan pengolahan makanan agar makanan yang disajikan kepada warga binaan aman, sehat, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Rahnianto.

Keikutsertaan dalam pelatihan ini merupakan wujud komitmen Lapas Kelas IIA Watampone untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyelenggaraan makanan bagi warga binaan. Hasil pelatihan akan diimplementasikan melalui penguatan penerapan higiene dan sanitasi serta pengawasan secara berkala guna menjamin keamanan pangan di lingkungan Lapas Kelas IIA Watampone. (*)