BONE – Sebanyak 1.123 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bone mengikuti kegiatan NOBAR SALAM (Silaturahim & Tabligh Akbar Muslimah) yang mengusung tema “Harmoni untuk Indonesia Berkah.” Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan SALAM Indonesia yang diselenggarakan secara serentak di 38 wilayah sebagai rangkaian menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah.

Di Kabupaten Bone, peserta mengikuti kegiatan melalui sejumlah titik nobar yang tersebar di berbagai Muslimah Wahdah Cabang (MWC), Muslimah Wahdah Ranting (MWR), serta titik lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah kehadiran yang mencapai 1.123 orang, menunjukkan semangat muslimah Bone dalam menyambut agenda besar Wahdah Islamiyah.

Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka oleh Ustadz Rahmat. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa SALAM Indonesia merupakan ajang silaturahim muslimah dari seluruh Indonesia. Beliau juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas Wahdah Islamiyah berlandaskan nilai wasathiyah, yakni menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan moral universal yang dikemas secara menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain menjadi ajang ukhuwah, kegiatan SALAM Indonesia juga dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial, di antaranya pembagian sembako gratis, panggung tahfiz Al-Qur’an, gerakan pemilahan sampah sebagai dukungan terhadap kebersihan lingkungan, serta penyerahan bantuan kepada penyandang disabilitas dan komunitas pemulung sebagai bentuk kepedulian sosial Wahdah Islamiyah.

Sambutan kedua sekaligus pembukaan acara dilakukan oleh Munafri Arifuddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DPP Wahdah Islamiyah atas berbagai program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran Wahdah Islamiyah menjadi salah satu pilar yang turut memperkuat pembangunan Kota Makassar melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.

Beliau menjelaskan bahwa tema kegiatan mengangkat tiga aspek penting, yaitu sehat hati, sehat jasmani, dan sehat ekonomi. Menurutnya, sehat ekonomi tidak semata diukur dari besarnya aset yang dimiliki, tetapi dari kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, beliau mengusulkan agar konsep tersebut dilengkapi dengan sehat keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama yang akan melahirkan kesehatan dalam berbagai aspek kehidupan. “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, mari kita menjaga dan menguatkan keluarga kita, karena keluarga bahagia akan melahirkan pemimpin hebat, anak-anak saleh dan salehah, serta generasi yang berkarakter,” ujarnya.

Pada sesi tabligh akbar, Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan bahwa SALAM Indonesia merupakan inisiatif yang sangat strategis dalam memperkuat konsolidasi menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Beliau mengajak seluruh kader untuk memiliki pandangan jauh ke depan agar Wahdah Islamiyah mampu mengambil peran penting bersama berbagai elemen bangsa dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen dalam amal jama’i. Menurutnya, setiap individu memiliki peran yang sangat berharga dalam perjuangan dakwah sehingga diperlukan kebersamaan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah organisasi.

Dalam materinya, beliau menekankan bahwa sehat hati merupakan pondasi seluruh kesehatan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ tentang pentingnya hati sebagai pusat kebaikan manusia. Dari hati yang baik akan lahir kesehatan jasmani, ketenangan jiwa, dan kehidupan yang lebih berkah.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah dengan membiasakan budaya salam, senyum, sapa, saling mengingatkan, serta menumbuhkan rasa cinta karena Allah. Menurutnya, ukhuwah yang terus dipelihara akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia yang lebih berkah.

Melalui kegiatan NOBAR SALAM ini, muslimah Kabupaten Bone menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan komitmen dalam memperkuat persaudaraan Islam. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus diwujudkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Berkah. (*)