BONE – Semangat untuk mengukir prestasi sekaligus menyukseskan peran sebagai tuan rumah terus menggelora di Kabupaten Bone. Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga, Senin (29/6/2026), di Aula Ruang Rapat KONI, Lantai 1 Gedung Stadion Lapatau, Watampone.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh cabang olahraga dalam menghadapi pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut. Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus KONI dan perwakilan cabang olahraga.
Suasana rapat berlangsung dinamis. Satu per satu persoalan dibahas secara terbuka, mulai dari evaluasi perkembangan pembinaan atlet, kesiapan masing-masing cabang olahraga, pembaruan data atlet, hingga sinkronisasi ukuran seragam defile kontingen yang harus segera difinalkan mengingat proses produksi membutuhkan waktu cukup panjang.
Bagi KONI Bone, persiapan bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan maksimal. Apalagi Kabupaten Bone memikul dua tanggung jawab sekaligus, yakni sebagai peserta yang menargetkan prestasi tinggi dan sebagai tuan rumah yang harus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen.
Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa seluruh cabang olahraga harus memperbarui data atlet apabila terdapat perubahan. Jumlah atlet dan ofisial yang didaftarkan wajib mengacu pada kuota yang telah ditetapkan oleh Pengurus Provinsi berdasarkan hasil babak kualifikasi masing-masing cabang olahraga.
Salah satu poin penting yang mengemuka adalah kepastian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kabupaten Bone. Hingga kini, KONI Bone masih menunggu Surat Keputusan resmi dari KONI Sulawesi Selatan mengenai penetapan cabang olahraga yang akan digelar di Bone maupun Wajo.
Sementara itu, cabang olahraga seperti Dancesport, Binaraga, Kurash, serta beberapa cabang lainnya yang belum masuk dalam daftar sementara tetap akan diakomodasi sambil menunggu keputusan resmi dari KONI Provinsi dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan.
Di bidang pembinaan, KONI Bone juga mendorong percepatan pengajuan proposal dari seluruh cabang olahraga sebagai dasar distribusi anggaran pembinaan ketika dana telah tersedia. Pada saat yang sama, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pembenahan sarana dan prasarana olahraga yang terpisah dari anggaran pembinaan KONI maupun anggaran kontingen PORPROV.
Tak hanya berbicara soal teknis pertandingan, rapat juga menyoroti pentingnya dukungan berbagai pihak. KONI Bone menilai perlu adanya komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Bone, panitia penyelenggara, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melibatkan perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun bentuk dukungan lainnya yang tidak mengikat. Bahkan, muncul usulan untuk mengundang seluruh pimpinan perusahaan di Bone dalam rapat bersama guna membangun kolaborasi menyukseskan PORPROV XVIII.
Persiapan atlet juga menjadi perhatian serius. Setiap cabang olahraga diharapkan memiliki tim kesehatan yang mendampingi atlet, khususnya pada cabang olahraga dengan tingkat kontak fisik tinggi. Selain itu, KONI Bone mempertimbangkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh atlet kontingen, meskipun tes fisik secara menyeluruh dinilai sudah tidak memungkinkan dilakukan karena keterbatasan waktu dan kebutuhan anggaran yang cukup besar.
Untuk memastikan kualitas pembinaan terus meningkat, intensitas monitoring oleh tim pemantau KONI akan diperkuat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi latihan atlet hingga memasuki masa pertandingan.
Di akhir rapat, semangat optimisme begitu terasa ketika KONI Bone menetapkan target ambisius pada PORPROV XVIII Sulsel 2026. Kabupaten Bone membidik raihan 92 medali emas, 79 medali perak, dan 81 medali perunggu, sekaligus menargetkan finis di peringkat dua besar klasemen akhir.
Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kerja keras yang telah dilakukan para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat Bone yang berharap daerahnya mampu tampil membanggakan di rumah sendiri.
Dengan persiapan yang semakin matang, koordinasi yang terus diperkuat, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Bone optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus meraih prestasi terbaik pada PORPROV XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026. (*)


Tinggalkan Balasan