BONE – Senyum bahagia tak henti-hentinya menghiasi wajah Muh. Yusuf. Anak yatim piatu asal Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone itu masih menyimpan rasa haru setelah menerima hadiah sepeda dalam kegiatan jalan santai dan peresmian Jalan Beton Awang Cenrana–Lebongnge yang digelar pada Rabu, 25 Juni 2026.
Bagi Yusuf, hadiah tersebut bukan sekadar sepeda. Kendaraan roda dua itu menjadi simbol perhatian dan harapan baru yang diberikan kepadanya untuk terus melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan yang dihadapinya.
Kebahagiaan Yusuf semakin lengkap ketika ia diundang ke Kota Watampone pada Kamis, 25 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menerima bantuan berupa satu set seragam sekolah, satu set pakaian sehari-hari lengkap dengan baju dan celana, serta sepasang sepatu untuk digunakan saat bersekolah.
Selama ini Yusuf tinggal bersama tantenya, Kasma, yang merawat dan mendampinginya setelah kehilangan kedua orang tuanya. Bantuan yang diterimanya menjadi berkah tersendiri bagi keluarga yang selama ini berupaya memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan Yusuf.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (BMCKTR) Kabupaten Bone, H. Askar, ST., M.Si. Sementara sepeda untuk Haerul Imam, salah seorang siswa yang sebelumnya juga dipanggil naik oleh Bupati Bone saat kegiatan jalan santai dan dijanjikan sepeda sesuai usianya, diterima langsung oleh tantenya.
Program bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah hanya karena faktor ekonomi.
“Anak-anak adalah generasi penerus daerah ini. Kita ingin mereka tetap semangat belajar dan meraih cita-cita. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan agar mereka dapat bersekolah dengan nyaman,” ujarnya.
Bupati juga berharap bantuan berupa sepeda, seragam sekolah, pakaian dan sepatu tersebut dapat meringankan beban keluarga penerima sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berprestasi.
Momen penyerahan bantuan itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Warga menilai perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak yatim merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi.
Di tengah keramaian acara, rasa syukur terpancar dari wajah Kasma. Dengan mata berbinar, ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada ponakannya.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Sepeda ini akan dipakai Yusuf berangkat ke sekolah setiap hari. Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah juga sangat membantu kebutuhan pendidikannya,” ungkap Kasma.
Bagi Yusuf, bantuan tersebut bukan hanya tentang sepeda atau seragam baru. Lebih dari itu, ia merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depannya. Di balik senyum polosnya, tersimpan harapan besar untuk terus belajar, mengejar cita-cita, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)


Tinggalkan Balasan