BONE — Suasana haru, bangga, dan penuh harapan menyelimuti Ballroom Sentosa Novena Hotel pada Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 87 siswa-siswi kelas VI resmi menuntaskan perjalanan pendidikan dasar mereka dalam acara bertajuk “RABBANI Graduation: Penamatan Angkatan XII SDIT Rabbani 2026”.
Berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, prosesi penamatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Di balik toga, plakat, dan senyum para lulusan, tersimpan kisah perjuangan sebuah generasi yang tumbuh di tengah masa penuh tantangan.
Tahun ini, SDIT Rabbani mengangkat tema “Agent of Change” atau Agen Perubahan. Sebuah tema yang lahir dari pengalaman unik Angkatan XII, generasi yang memulai masa sekolahnya secara daring akibat pandemi Covid-19. Di usia yang seharusnya dipenuhi interaksi dan pembelajaran langsung, mereka justru harus beradaptasi dengan layar gawai dan keterbatasan ruang gerak.
Namun dari keterbatasan itulah, sekolah berharap lahir generasi yang mampu membawa perubahan positif di tengah berbagai tantangan zaman.
Sejak awal acara, nuansa religius dan emosional sudah terasa kuat. Satu per satu lulusan memasuki ruangan dengan khidmat, dipandu dua siswa kelas V putra. Tatapan bangga orang tua mengikuti langkah anak-anak mereka yang kini telah menyelesaikan satu fase penting kehidupan.
Suasana semakin menyentuh ketika Muhammad Sayyid, perwakilan siswa kelas VI, membacakan puisi berjudul “Rabbani, Generasi Perubahan”. Kata demi kata yang dilantunkan seolah menjadi refleksi perjalanan panjang para siswa selama enam tahun terakhir.
Acara dipandu secara profesional oleh dua siswi kelas VI, A. Padauleng Bitara Alam dan Fathin Salsabilah, yang tampil sebagai Master of Ceremony dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Sebelum memasuki agenda inti, hadirin terlebih dahulu disuguhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara tartil oleh Dzakwan Zhafir dan A. Muh. Haikal Ibnu Fajar.
Dalam sambutannya, Kepala SDIT Rabbani, Ustadz A. Tajuddin, S.Pd., M.Pd., Gr., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan akidah.
“Hari ini, dengan penuh rasa bangga, kami melepas 87 siswa-siswi terbaik. Di SDIT Rabbani, kami berkomitmen memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum khas Islam demi menanamkan pengokohan akidah serta pembekalan adab sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak dalam melanjutkan pembinaan karakter yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah Bone, Ustadz Hamdan, S.Pd., S.E., M.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada SDIT Rabbani.
Menurutnya, perjalanan para siswa masih panjang dan yayasan siap mengawal pendidikan mereka melalui berbagai jenjang lanjutan, baik SMP, SMA maupun program pondok tahfidz dengan sistem boarding school maupun fullday school.
Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan resmi acara disampaikan oleh Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., Ketua Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Bone yang juga mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya yang penuh refleksi, ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati bukanlah soal jabatan, melainkan kemampuan memberi pengaruh positif kepada orang lain. Sebagai orang tua siswa yang juga merasakan langsung atmosfer pendidikan di SDIT Rabbani, ia mengaku bangga terhadap proses pembentukan karakter yang dilakukan sekolah.
“Jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, jagalah karakter mulia yang telah dibangun, dan rawatlah ketakwaan kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pesannya kepada para lulusan.
Memasuki sesi kedua, suasana berubah menjadi lebih hangat. Sebuah video metamorfosa ditayangkan, memperlihatkan perjalanan para siswa sejak pertama kali menginjak bangku sekolah hingga hari kelulusan mereka.
Gelak tawa dan senyum haru menghiasi wajah para orang tua saat melihat kembali dokumentasi masa kecil anak-anak mereka yang kini telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.
Semangat para lulusan kembali membuncah ketika mereka bersama-sama menyanyikan Mars SDIT Rabbani. Tepuk tangan hadirin menggema memenuhi ruangan.
Kemampuan hafalan Al-Qur’an para siswa pun mendapat sorotan khusus. Siswi putri menampilkan hafalan Surah Al-Insan, sementara siswa putra membawakan hafalan Surah Al-Muzzammil dengan penuh percaya diri.
Puncak acara kemudian tiba saat prosesi wisuda dipimpin oleh Ustadz Khairul Sulaiman, S.H.. Nama para siswa dipanggil satu per satu untuk menerima plakat kelulusan dan mengabadikan momen bersejarah di atas panggung.
Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan SDIT Rabbani Award kepada siswa-siswi berprestasi dalam berbagai kategori, mulai dari bidang akademik, hafalan Al-Qur’an, hingga olahraga.
Perwakilan orang tua siswa, H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh guru yang telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak mereka.
Menurutnya, perubahan positif yang terlihat pada para siswa merupakan bukti nyata dedikasi para pendidik dalam membimbing dan membentuk karakter anak-anak selama enam tahun terakhir.
Tak lama setelah itu, suasana ballroom berubah menjadi lautan haru.
Alunan nasyid yang mengiringi pembacaan puisi oleh para siswi membuat banyak hadirin tak kuasa menahan air mata. Puncaknya terjadi ketika para siswa membagikan “surat cinta” kepada Ummi dan Abi mereka sebagai ungkapan terima kasih atas segala pengorbanan, doa, dan kasih sayang yang selama ini diberikan.
Tangis pecah di berbagai sudut ruangan. Orang tua memeluk anak-anak mereka erat, sementara para guru menyaksikan dengan mata berkaca-kaca.
Momen tersebut menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan enam tahun yang penuh warna.
Keakraban terus terasa hingga sesi bersalam-salaman dan foto bersama. Menariknya, untuk pertama kalinya panitia menghadirkan fasilitas photo booth profesional yang memungkinkan para keluarga mengabadikan momen kelulusan dengan lebih istimewa.
Di balik setiap foto yang diambil hari itu, tersimpan satu harapan yang sama: agar generasi Rabbani Angkatan XII benar-benar tumbuh menjadi Agent of Change, agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan daerah tercinta.
Sebuah akhir yang mengharukan, sekaligus awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan