BONE– Di penghujung masa putih abu-abunya, Al’Qalbi Prawiraja Hadipaty, siswa kelas XII SMAN 13 Bone, masih menorehkan prestasi membanggakan. Bersama tim basket sekolahnya, ia sukses mengantar SMAN 13 Bone meraih posisi Runner Up pada ajang SMAN 9 Gowa Basketball Tournament Sulawesi Selatan kategori Putra SMA yang berlangsung pada 13–24 Mei 2026.

Capaian tersebut menjadi penutup manis perjalanan Raja sapaan akrabnya di bangku sekolah. Tidak hanya membawa pulang piala untuk almamaternya, tim juga berhasil memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2 juta.

Di balik sorak sorai kemenangan dan kerja keras di lapangan, tersimpan sebuah kalimat sederhana yang selalu melekat dalam setiap pencapaian Raja:

“Bukan aku yang kuat, tapi doa mamaku yang hebat.”

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan. Bagi Raja, itu adalah bentuk penghormatan terhadap sosok yang selalu menjadi kekuatan di balik setiap langkahnya.

Raja merupakan putra dari Muh. Said Andi Azis, SKM., M.Kes dan Hj. Suhaenah, S.ST., M.Kes, pasangan yang telah purna bakti di bidang kesehatan. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama yang mengiringi perjalanan prestasinya.

Sang ibu, Hj. Suhaenah, mengungkapkan bahwa sejak kecil Raja memang tumbuh sebagai anak yang memiliki cara pandang sederhana namun penuh makna. Ia mengenang kebiasaan putranya yang sering menuliskan berbagai kalimat motivasi di dinding kamar.

Salah satu tulisan yang paling diingat adalah kalimat yang kini selalu diucapkannya setiap meraih penghargaan: “Bukan aku yang kuat, tapi doa mamaku yang hebat.”

“Sebagai orang tua, kami selalu memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi dan berkembang sesuai minatnya. Sejak kecil dia memang suka menulis hal-hal sederhana, dan kalimat itu selalu dia bawa sampai sekarang setiap mendapat penghargaan,” ungkapnya.

Namun prestasi Raja ternyata tidak berhenti di lapangan basket. Di balik postur atletis dan kelincahannya saat menggiring bola, ia juga dikenal sebagai atlet renang berbakat. Bahkan kini, Raja telah lolos sebagai atlet renang selam Kabupaten Bone dan tengah mempersiapkan diri untuk memperkuat daerahnya pada ajang Porprov Sulawesi Selatan 2026.

Perjalanan Raja menjadi bukti bahwa dedikasi dan disiplin mampu membuka banyak pintu prestasi. Dari kerasnya lantai lapangan basket hingga dinginnya air kolam selam, ia mampu menaklukkan keduanya dengan semangat yang sama: memberikan yang terbaik.

Meski segera menamatkan pendidikan di SMAN 13 Bone, langkah Raja belum berhenti. Ia kembali menatap cita-cita berikutnya: menjadi anggota Akademi Kepolisian (Akpol).

Sebelumnya, ia sempat mengikuti proses pendaftaran Akpol, namun perjalanannya terhenti pada tahap psikologi. Pengalaman itu tidak membuatnya mundur. Setelah lulus nanti, Raja berencana kembali mempersiapkan diri dengan lebih matang melalui bimbingan untuk memperkuat kemampuan akademik maupun fisik.

Bagi Raja, kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju tujuan yang lebih besar.

Dan mungkin, seperti yang selalu ia yakini, setiap langkah itu akan terus dikuatkan oleh doa yang sama—doa seorang ibu yang tak pernah putus mengiringi perjuangannya. (*)