BONE– Baruga Lateya Riduni di Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (27/7/2026), menjadi saksi berkumpulnya para pemimpin daerah dalam satu semangat yang sama: memperkuat kolaborasi demi menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan Kabupaten Bone.

Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, instansi vertikal, aparat keamanan, hingga para camat dari seluruh wilayah, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. membuka Rapat Forkopimda yang tidak sekadar menjadi agenda koordinasi rutin, tetapi juga momentum mempertegas komitmen bersama menghadapi berbagai tantangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kuatnya sinergi antarlembaga. Menurutnya, tantangan pemerintahan yang semakin kompleks menuntut komunikasi yang intensif dan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Sinergi Forkopimda merupakan modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati.

Rapat Forkopimda menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan pandangan dalam menjaga stabilitas daerah, mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Di tengah dinamika pembangunan dan perubahan sosial, koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Namun, komitmen Pemerintah Kabupaten Bone pada hari itu tidak berhenti pada penguatan koordinasi. Sebuah langkah strategis lainnya turut ditandai dengan pengukuhan Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di 27 kecamatan se-Kabupaten Bone.

Pengukuhan tersebut menjadi simbol bahwa perang melawan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dimulai dari lingkungan masyarakat paling dekat. Dengan hadirnya tim di setiap kecamatan, upaya pencegahan diharapkan semakin menyentuh akar persoalan melalui edukasi, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, hingga dukungan terhadap penegakan hukum sesuai kewenangan masing-masing.

Bupati Andi Asman Sulaiman berharap tim yang baru dikukuhkan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat agar gerakan pemberantasan narkotika benar-benar menjadi gerakan bersama.

“Bersama-sama kita harus membangun kekuatan hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Dengan kerja sama yang kuat, kita berharap Kabupaten Bone dapat menjadi daerah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” harapnya.

Dari Baruga Lateya Riduni, pesan yang mengemuka bukan sekadar tentang rapat koordinasi atau pengukuhan sebuah tim. Lebih dari itu, hari itu menjadi penegasan bahwa menjaga stabilitas daerah dan menyelamatkan generasi dari bahaya narkotika adalah tanggung jawab bersama. Ketika pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bergerak dalam satu irama, harapan untuk mewujudkan Bone yang aman, kondusif, dan semakin maju pun menjadi semakin nyata. (*)