BONE– Suasana khidmat menyelimuti Aula Lateya Riduni, Kabupaten Bone, Senin (25/5/2026). Di ruangan itu, harapan baru bagi sejumlah desa di Bone resmi dimulai ketika Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Desa Terpilih Pergantian Antar Waktu (PAW) hasil Pilkades PAW 2026.

Momentum tersebut turut didampingi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone.

Pelantikan itu bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan para kepala desa yang baru dilantik, Bupati Bone menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang lahir dari kepercayaan masyarakat.

“Terpilih sebagai kepala desa merupakan amanah dari masyarakat. Maka dari itu tidak ada lagi kubu-kubu. Semua harus menjadi bagian dari kita,” pesan Bupati Bone.

Pesan tersebut menjadi penegasan penting setelah pelaksanaan Pilkades PAW yang digelar pada Selasa, 21 Mei 2026. Kontestasi telah usai, dan kini saatnya membangun kembali persatuan di tengah masyarakat desa.

Menurut Andi Asman Sulaiman, perbedaan pilihan politik harus ditinggalkan. Tidak boleh lagi ada sekat maupun perbedaan warna yang menghambat pembangunan desa. “Rangkul semua, tidak ada lagi perbedaan warna. Tujuan kita satu, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga membagikan refleksi kepemimpinannya sejak awal menjabat sebagai Bupati Bone. Baginya, keberanian bekerja lahir dari kolaborasi dan dukungan tim yang kuat.

“Saya di awal pemerintahan sebagai Bupati Bone tidak pernah takut bekerja, karena saya dikelilingi orang-orang hebat. Seperti Ketua DPRD Bone, Dandim 1407/Bone, Kapolres Bone dan Unsur Forkopimda lainnya serta Kepala OPD,” katanya memberi motivasi kepada para kepala desa.

Lebih jauh, Bupati Bone menaruh harapan besar kepada para pemimpin desa agar mampu membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel. Sinkronisasi program, komunikasi, serta kolaborasi internal dan eksternal disebut menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa.

Ia mengingatkan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, khususnya dalam tata kelola pemerintahan dan literasi keuangan desa.

“Jangan pernah berhenti belajar tata kelola desa. Belajar secara mandiri literasi keuangan supaya kita tidak terkontaminasi persoalan hukum. Gali potensi desa yang ada,” pesannya.

Selain pembangunan lokal, para kepala desa juga diajak mengambil peran dalam menyukseskan program strategis nasional, mulai dari program MBG hingga penguatan program Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses Pilkades, termasuk media yang dinilai berkontribusi menjaga iklim informasi yang sehat.

Menurutnya, edukasi yang terus diberikan kepada masyarakat ikut menciptakan pelaksanaan Pilkades yang aman, lancar, dan kondusif.

Ia berharap hasil Pilkades benar-benar menjadi representasi pilihan masyarakat dan tidak lagi menimbulkan spekulasi maupun perpecahan sosial di tengah warga. “Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersatu kembali dan mendukung siapapun kepala desa yang terpilih demi kemajuan desa bersama,” ujarnya.

Meski tahapan pelantikan telah dilaksanakan, Dinas PMD tetap menyiapkan langkah antisipatif jika di kemudian hari muncul keberatan dari pihak tertentu. Namun demikian, Andi Akbar optimistis seluruh tahapan Pilkades telah berjalan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

Dengan nada ringan, ia menggambarkan dinamika perbedaan pendapat sebagai sesuatu yang wajar dalam setiap kontestasi. “Jangankan dalam pemilihan desa yang melibatkan banyak orang, dalam keluarga kecil saja kadang ada perbedaan pendapat,” ujarnya berseloroh.

Ke depan, agenda demokrasi desa di Kabupaten Bone masih akan berlanjut. Pada 2027 mendatang, Pilkades Serentak Tahap III dijadwalkan berlangsung di 10 desa, ditambah dua desa yang akan menggelar Pilkades PAW yakni Desa Jompie di Kecamatan Ulaweng dan Desa Lebbae di Kecamatan Ajangale.

Selanjutnya, pada 2029 akan digelar Pilkades serentak di 144 desa, selebihnya dituntaskan pada 2030 bagi desa-desa yang belum melaksanakan pemilihan pada tahapan sebelumnya.

Di tengah rentang agenda panjang tersebut, pelantikan kepala desa PAW tahun ini menjadi titik awal baru: menutup kompetisi, menyatukan masyarakat, dan membuka ruang kolaborasi demi desa-desa yang lebih maju dan sejahtera di Kabupaten Bone. (*)