
BONE– Di tengah geliat pertumbuhan ekonomi lokal, langkah H. Andi Asman Sulaiman kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong ruang-ruang kreatif bagi generasi muda. Kali ini, dukungan itu diwujudkan melalui peresmian Cafe DREAMS SOCIAL yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, sebuah titik baru yang diharapkan menjadi pusat interaksi, ide, dan peluang di Kabupaten Bone pada Jumat, 24 April 2026.
Peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya mantan Sekda Bone H. Andi Surya Darma, perwakilan pimpinan cabang BUMN dan BUMD, serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Izman Padjalangi. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas pemuda. Baginya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan ekosistem ekonomi yang sehat.
“Kolaborasi antara pemuda dan Pemerintah Daerah harus terus diperkuat. Kami tidak hanya mengawal program, tetapi juga memberikan dukungan nyata agar ide-ide kreatif bisa tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Cafe DREAMS SOCIAL yang juga dikenal dengan semangat “Hello Dreamers” diposisikan bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan sebagai hub kreativitas. Sebuah ruang yang diharapkan mampu melahirkan gagasan, mempertemukan komunitas, sekaligus membuka peluang kerja bagi pemuda dan pemudi di Bone.
Lebih jauh, Bupati juga mengaitkan kehadiran ruang kreatif ini dengan peningkatan ekonomi daerah. Ia berharap, geliat usaha seperti ini mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat sektor UMKM.
Di sisi lain, ia tidak menutup mata terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi aspirasi utama. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bone telah merealisasikan pembangunan jalan aspal sepanjang 329 kilometer sebuah capaian yang disebutnya sebagai bentuk komitmen terhadap kebutuhan riil masyarakat.
“Permintaan terbesar masyarakat adalah perbaikan jalan, dan itu yang kami prioritaskan. Alhamdulillah, tahun 2025 sudah 329 kilometer jalan yang kami kerjakan,” ungkapnya.
Peresmian DREAMS SOCIAL pun menjadi simbol dua arah pembangunan: fisik dan non-fisik. Di satu sisi, jalan-jalan dibangun untuk menghubungkan wilayah. Di sisi lain, ruang-ruang seperti cafe ini dibangun untuk menghubungkan ide, kreativitas, dan masa depan generasi muda.
Harapannya sederhana namun penuh makna agar DREAMS SOCIAL benar-benar menjadi rumah bagi mimpi-mimpi anak muda Bone, sekaligus motor penggerak ekonomi baru yang berakar dari kreativitas lokal. (*)



Tinggalkan Balasan