BONE– Suasana santai namun sarat makna terasa di Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu pagi (7/2/2026). Secangkir kopi menjadi pembuka dialog strategis antara Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Tenaga Ahli Wakil Kepala I Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, Lubis, dalam sebuah coffee morning yang difokuskan pada percepatan dan penguatan pelaksanaan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone.
Pertemuan tersebut tidak sekadar agenda seremonial. Hadir Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, para Staf Ahli Bupati, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Koordinator BGN Kabupaten Bone, Kepala Satuan Percepatan MBG, serta tamu undangan lainnya. Semua duduk dalam satu semangat: memastikan MBG benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Bupati Andi Asman Sulaiman dengan tegas menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk mengawal program MBG agar berjalan tepat sasaran, merata, dan menjangkau hingga wilayah pelosok.
“Kita pastikan hari ini bagaimana menyelesaikan persoalan MBG di Kabupaten Bone agar tepat sasaran dan berjalan dengan baik hingga ke pelosok,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Kabupaten Bone memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menyukseskan program nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, terdapat tiga menteri yang berasal dari Kabupaten Bone, sebuah kebanggaan sekaligus amanah bagi daerah.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo ada tiga menteri asal Kabupaten Bone. Alangkah tidak eloknya jika program-program Presiden tidak berjalan atau justru tersendat di daerah ini,” ujar Bupati.
Lebih jauh, Bupati Andi Asman mengungkapkan pengalaman langsungnya saat turun ke wilayah terpencil, seperti Desa Erecinnong dan Patukku di Kecamatan Bontocani. Dari kunjungan tersebut, ia masih menemukan fakta bahwa program MBG belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami turun langsung ke pelosok dan masih menemukan wilayah yang belum tersentuh MBG sama sekali. Ini yang harus kita percepat dan benahi bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Kepala I BGN RI, Lubis, menyampaikan bahwa kedatangannya ke Bone merupakan tindak lanjut dari arahan langsung pimpinan BGN untuk melakukan percepatan pembangunan dapur MBG sebagai jantung layanan pemenuhan gizi.
“Sesuai arahan Wakil Kepala BGN, kami diperintahkan melakukan percepatan dapur MBG di Kabupaten Bone,” jelas Lubis.
Ia sejalan dengan pandangan Bupati Bone, bahwa akan menjadi ironi apabila pelaksanaan MBG justru terhambat di daerah yang dikenal sebagai asal tiga menteri kabinet.
“Alangkah tidak eloknya jika daerah tiga menteri ini MBG-nya terhambat atau tidak berjalan. Karena itu, pimpinan menginginkan Kabupaten Bone menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Tak hanya menyampaikan arahan, pihak BGN juga berkomitmen memberikan solusi konkret atas berbagai kendala yang dihadapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bone. Langkah ini diharapkan mampu memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan.
Coffee morning yang sederhana itu pun menjadi simbol kuat sinergi pusat dan daerah. Dari ruang santai di Rumah Jabatan Bupati Bone, lahir tekad bersama untuk memastikan bahwa program negara benar-benar hadir di meja makan anak-anak Bone—dari pusat kota hingga pelosok desa. (*)



Tinggalkan Balasan