BONE — Suasana penuh keakraban mewarnai pesta rakyat yang digelar masyarakat Desa Binuang, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026).
Di tengah rangkaian kegiatan yang mempertemukan warga, tradisi mencari kerang sungai atau mappabaje’ menjadi salah satu momen yang menarik perhatian. Bagi Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi masyarakat, melainkan juga membawa kenangan masa kecil.
Andi Asman hadir dalam pesta rakyat tersebut dan tampak berbaur bersama masyarakat. Ia duduk di atas terpal yang dibentangkan di lokasi kegiatan, menikmati hidangan yang disediakan warga, serta mengikuti suasana kebersamaan yang berlangsung santai.
Di antara beragam makanan yang tersaji, baje atau kerang sungai memiliki cerita tersendiri bagi orang nomor satu di Kabupaten Bone itu.
“Kalau makan ki baje enak, saya nostalgia waktu kecil. Saya suka sekali pergi cari mappabaje di sungai,” kata Andi Asman.
Kenangan itu kembali hadir ketika ia menyaksikan kegiatan mappabaje’, tradisi mencari kerang sungai yang masih dikenal dan dilakukan masyarakat di wilayah tersebut.
Bukan hanya baje, Andi Asman juga menyebut rebung sebagai makanan yang mengingatkannya pada masa kecil.
“Rebung dan baje, apalagi kalau mappabetti,” ujarnya.
Mappajala dan Mappabaje’, Merawat Tradisi Lewat Pesta Rakyat
Kepala Desa Binuang, Andi Alim, mengatakan pesta rakyat tersebut diisi dengan sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk lomba mappajala dan mappabaje’.
Mappajala merupakan kegiatan menangkap ikan menggunakan jaring. Lomba ini diikuti sekitar 50 peserta, yang turut meramaikan rangkaian pesta rakyat.
“Mappajala itu (jaring ikan), diikuti sekitar 50 orang. Kemudian ada mappabaje’, mencari kerang sungai,” kata Andi Alim.
Sementara itu, mappabaje’ merupakan kegiatan mencari baje atau kerang sungai yang banyak dilakukan masyarakat setempat.
Kedua kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari hiburan warga, tetapi juga menghadirkan kembali aktivitas yang lekat dengan kehidupan masyarakat di sekitar perairan.
Bagi Desa Binuang, pesta rakyat menjadi ruang untuk berkumpul, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menjaga tradisi yang telah dikenal secara turun-temurun.
Kehadiran Bupati Bone yang ikut berbaur dengan masyarakat menambah suasana hangat dalam kegiatan tersebut. Tidak ada jarak yang tampak ketika ia duduk bersama warga dan menikmati makanan yang disediakan.
Tradisi yang sederhana pun menjadi penghubung antara kenangan masa kecil, kehidupan masyarakat, dan kebersamaan dalam sebuah pesta rakyat.
Tebar 8.000 Benih Ikan, Dorong Potensi Perairan Desa Binuang
Selain lomba dan kegiatan kebersamaan, pesta rakyat Desa Binuang juga dirangkaikan dengan penebaran benih ikan ke perairan.
Sebanyak 8.000 benih ikan ditebar dalam kegiatan tersebut. Benih terdiri dari ikan emas dan ikan nila, yang dikemas dalam 22 kantong.
Rinciannya, sebanyak delapan kantong berisi benih ikan emas dan 14 kantong berisi benih ikan nila.
Benih ikan tersebut berasal dari Balai Benih Ikan dan Pengembangan Budidaya (BBIPB) Taretta, Kecamatan Amali, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bone.
Penebaran benih ikan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memanfaatkan potensi perairan Desa Binuang. Di samping menghadirkan hiburan dan menjaga tradisi, kegiatan ini turut mengangkat perhatian terhadap sektor perikanan masyarakat.
Pesta rakyat di Desa Binuang akhirnya bukan hanya tentang perlombaan atau pertemuan warga. Di sana, tradisi mencari kerang sungai, kenangan masa kecil, hingga penebaran benih ikan bertemu dalam satu ruang kebersamaan.
Sebuah perayaan yang memperlihatkan bagaimana kehidupan masyarakat, kekayaan perairan, dan tradisi lokal terus menjadi bagian dari cerita Desa Binuang. (*)


Tinggalkan Balasan