BONE– Hamparan sawah di Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, tampak berbeda pada Rabu (15/7/2026). Di sela tanaman padi yang menghijau, kehidupan lain ikut tumbuh. Ikan-ikan bergerak lincah di aliran air yang membelah petakan sawah, menghadirkan sebuah konsep pertanian terpadu yang mulai memberi harapan baru bagi petani setempat.
Ke lokasi inilah Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM datang meninjau langsung pengembangan program mina padi. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan penerapan sistem budidaya yang menggabungkan pertanian padi dan perikanan berjalan sesuai harapan.
Di tengah hamparan sawah, Andi Asman melihat langsung bagaimana satu bidang lahan mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus. Bagi pemerintah daerah, konsep ini bukan sekadar inovasi budidaya, tetapi juga menjadi strategi meningkatkan nilai ekonomi lahan pertanian yang selama ini hanya bergantung pada hasil panen padi.
Menurutnya, pengembangan mina padi di Desa Pattuku memiliki prospek yang menjanjikan. Selain meningkatkan produktivitas lahan, sistem tersebut membuka peluang bagi petani memperoleh tambahan pendapatan melalui hasil budidaya ikan. Bahkan, kawasan ini dinilai berpotensi berkembang menjadi destinasi agrowisata yang dapat menarik minat masyarakat untuk belajar sekaligus menikmati suasana pedesaan.
Komitmen itu pun diperkuat dengan target Pemerintah Kabupaten Bone agar setiap kecamatan memiliki sedikitnya satu lokasi percontohan mina padi. Kehadiran kawasan percontohan diharapkan menjadi ruang belajar bagi petani untuk mengenal teknologi budidaya yang lebih efisien, produktif, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Tak hanya berhenti pada pembangunan kawasan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pendampingan berkelanjutan. Melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bone, petani akan mendapatkan bimbingan teknis agar sistem mina padi dapat diterapkan secara optimal dan berkesinambungan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program ini mampu berkembang lebih luas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Keunggulan sistem mina padi tidak hanya terletak pada kemampuannya menghasilkan padi dan ikan dalam satu hamparan lahan. Pola budidaya ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air serta membantu menekan serangan hama secara alami. Dampaknya, biaya produksi petani dapat ditekan, sementara hasil usaha berpotensi meningkat.
Di balik hamparan sawah Desa Pattuku, tersimpan optimisme bahwa inovasi sederhana mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan petani. Dengan dukungan pemerintah dan semangat masyarakat, mina padi diharapkan menjadi salah satu model pembangunan pertanian yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Bone.
“Potensinya cukup besar. Kita harus optimistis pola mina padi ini bisa dikembangkan dan berhasil dengan baik. Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Asman Sulaiman. (*)


Tinggalkan Balasan