BONE– Pojok Kolaborasi di Lapangan Merdeka Watampone, Senin (6/7/2026), tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Bone. Dari ruang terbuka itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengirimkan pesan yang jelas kepada seluruh aparat pemerintahan: membangun daerah bukan hanya soal menyelesaikan program, tetapi tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Di hadapan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat wilayah perkotaan, sekretaris kecamatan, serta lurah se-Kawasan Kota Watampone, Bupati memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus pemerintah daerah, mulai dari pengelolaan sampah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026, hingga program sosial dan keamanan lingkungan.
Isu pertama yang mendapat perhatian serius adalah pengelolaan sampah. Menurut Andi Asman Sulaiman, persoalan sampah tidak dapat lagi diserahkan hanya kepada petugas kebersihan atau mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Semua elemen pemerintahan harus mengambil peran.
Ia menginginkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah, baik organik maupun anorganik, melalui penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Bahkan, setiap lurah hingga kepala OPD akan diberikan tanggung jawab terhadap wilayah masing-masing agar penanganan sampah berjalan secara terukur.
“Kita harus mulai mengubah cara pandang terhadap sampah. Jangan biasakan semua sampah langsung dibuang ke TPA. Melalui TPS 3R, sampah harus dikelola sejak dari rumah tangga sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.
Semangat kolaborasi itu juga diarahkan pada kawasan pasar tradisional dan sentra kuliner. Bupati meminta pengelolaan kawasan Kuliner Palette ditata lebih baik agar mampu memberikan ruang yang nyaman bagi pelaku UMKM, dengan pengaturan waktu operasional yang tertib serta menjaga kebersihan lingkungan. Khusus di kawasan pasar, ia mengajak seluruh pihak membangun kesadaran bersama agar sampah tidak lagi menjadi persoalan yang terus berulang.
Di sektor pendapatan daerah, perhatian Bupati tertuju pada percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia meminta seluruh camat dan lurah bekerja maksimal memastikan masyarakat segera menyelesaikan kewajibannya sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya tegaskan, sebelum saya berdiri di mimbar sebagai inspektur upacara pada 17 Agustus nanti, saya ingin seluruh target pelunasan PBB sudah selesai. Ini menjadi tanggung jawab bersama dan harus kita tuntaskan,” ujarnya dengan nada tegas.
Namun bagi Andi Asman Sulaiman, target penerimaan daerah bukanlah satu-satunya pekerjaan besar yang harus dipersiapkan. Kabupaten Bone kini tengah bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026, sebuah momentum yang akan menghadirkan ribuan tamu dari berbagai daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh wilayah kota mulai berbenah. Jalan-jalan harus bersih, lampu penerangan dinyalakan, fasilitas umum dipercantik, serta simpul-simpul kuliner ditata dengan baik agar memberikan kesan positif bagi setiap tamu yang datang.
Yang tak kalah penting, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 450 rumah di 20 kelurahan sebagai homestay bagi peserta Porprov. Seluruh rumah tersebut harus memenuhi standar kelayakan, mulai dari kebersihan, ketersediaan air bersih, toilet yang layak, hingga rasa aman dan nyaman bagi para tamu.
“Porprov adalah wajah Kabupaten Bone di hadapan seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Karena itu, kebersihan, keramahan masyarakat, kesiapan penginapan, hingga pelayanan publik harus dipersiapkan secara maksimal,” katanya.
Di bidang sosial, Bupati juga menaruh perhatian pada program bedah rumah sebanyak 1.500 unit bagi keluarga miskin ekstrem. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar melakukan verifikasi secara cermat sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain itu, penyaluran bantuan sosial lainnya juga diminta dilakukan secara merata, transparan, dan tepat sasaran agar manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Perhatian terhadap keamanan lingkungan pun kembali ditegaskan. Bupati meminta seluruh pemerintah kelurahan mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.
Menutup arahannya, Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh aparatur pemerintah daerah bekerja dengan disiplin, kompak, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur pemerintahan bergerak dalam irama yang sama.
“Saya bersikap tegas bukan untuk mempersulit siapa pun, tetapi demi kebaikan masyarakat Bone dan menjaga nama baik daerah. Jangan sampai berbagai prestasi yang telah kita raih justru tidak mampu kita pertahankan karena kurangnya keseriusan dalam bekerja,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Bone tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi juga sedang membangun budaya kerja kolaboratif. Dari urusan sampah di tingkat rumah tangga, pelunasan pajak, penataan kota, hingga penyambutan tamu Porprov, seluruhnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan Bone yang bersih, tertata, aman, dan semakin membanggakan bagi masyarakatnya. (*)


Tinggalkan Balasan