BONE — Di tengah derasnya arus informasi dan tuntutan akademik, sekelompok mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBI) memilih untuk turun langsung ke masyarakat. Mereka melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama tiga hari, dari tanggal 1 hingga 3 Agustus 2025, di Panti Asuhan Zubaedi yang berlokasi di Jalan Cempalagi, Kelurahan Bukaka, Kabupaten Bone.

Sebanyak 40 peserta terlibat aktif dalam kegiatan ini. Tak sekadar datang membawa semangat, mereka juga membawa ilmu, empati, dan harapan. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa memperkenalkan dasar-dasar bahasa Inggris kepada anak-anak panti asuhan. Permainan edukatif, lagu, dan dialog sederhana menjadi cara mereka membangun keakraban dan memudahkan anak-anak memahami materi.

Tak hanya berbagi ilmu, para mahasiswa juga membawa sumbangan sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penghuni panti, sekaligus menyemai nilai-nilai solidaritas dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa.

Ketua HMPS TBI, Risal Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan organisasi yang dipimpinnya. “Kami ingin mendorong adik-adik di panti agar memiliki semangat belajar yang tinggi. Bahasa Inggris adalah kunci yang bisa membuka banyak peluang di masa depan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, aksi sosial ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bermakna bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi pembelajar tentang empati, ketulusan, dan arti hadir untuk sesama.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pengurus panti dan masyarakat sekitar. Mereka berharap kunjungan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang berkesinambungan, tidak hanya oleh HMPS TBI, tetapi juga oleh organisasi lain yang peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak.

Dengan semangat berbagi dan peduli, para mahasiswa Tadris Bahasa Inggris ini menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya untuk dicapai, tetapi juga untuk dibagikan. Karena di balik setiap huruf yang diajarkan, ada harapan yang disemai tentang masa depan yang lebih cerah dan penuh makna. (*)